Air di Pedalaman Surut, Jalur Tabang Kembang Janggut Aman Dilintasi
TENGGARONG. Banjir yang melanda kawasan Tabang di hulu Mahakam Kukar berangsur surut.
Sebelumnya sepekan terakhir sejumlah kawasan di pedalaman Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar), terutama Kecamatan Tabang serta Kembang Janggut diterjang banjir. Beberapa desa, terutama akses jalan sempat tak bisa dilintasu, sehingga ribuan masyarakat tidak dapat beraktivitas secara normal. Kondisi itu terjadi akibat curah hujan berlebih, membuat debit air Sungai Belayan meluap ke sejumlah desa di sekitarnya.
“Minggu (18/1/2026) banjir sudah surut. Sejumlah badan jalan yang sempat tenggelam, sekarang sudah kondisinya normal. Jadi sudah dapat dilintasi kendaraan, silakan masyarakat beraktivitas seperti biasanya” ujar Camat Kembang Janggut, Suhartono.
Sekilas Tono --demikian Camat Kembang Janggut ini akrab disapa-- menuturkan, beberapa desa di wilayahnya sempat parah terendam banjir. Mencakup Desa Long Beleh Modang, Desa Muai, Desa Perdana, Desa Loa Sakoh, Desa Pulau Pinang, Desa Kelekat, Desa Bukit Layang serta, Desa Long Beleh Haloq.
Begitu pula dengan banjir mendera lokasi pemukiman warga Desa Kembang Janggut, Desa Hambau dan Genting Tanah, telah terpantau pada kondisi aman. Masyarakat dipastikan dapat kembali melaksanakan aktivitas sehari-hari. Memang genangan air di badan jalan, menjadi kendala paling berat dirasakan warga.
“Dengan menurunkan ketinggian air menggenangi jalanan, terutama di jalur poros Kembang Janggut sampai Kecamatan Tabang, seperti jalan raya sekitaran Desa Kelekat dan Desa Bukit Layang. Maka mulai pagi ini, sudah bisa diakses kembali. Dipastikan sudah aman untuk dilalui kendaraan. Silakan jika ingin mudik (ke Tabang, Red) atau milir (ke Tenggarong atau Samarinda dan lainnya, Red),” ucap Tono yang telah dilantik sebagai Camat Kembang Janggut oleh Bupati Kukar Aulia Rahman Basri, pada akhir Desember 2025 lalu.
Ditambahkan pula, meskipun akses jalan sudah dipastikan dapat dilalui kendaraan. Namun banjir masih melanda sejumlah desa di Kecamatan Kembang Janggut. Hanya saja ketinggian genangan air terpantau sudah di kondisi aman. Rata-rata pada ketinggian 5 Sentimeter dan kebanyakan lagi di bawah mata kaki orang dewasa.
“Meskipun air sudah surut, tapi kami tetap mengimbau masyarakat Kecamatan Kembang Janggut dan sekitarnya, senantiasa waspada. Sebab potensi banjir kembali terjadi, selalu ada. Mengingat banjir ini disebabkan meluapnya air di Sungai Belayan. Karena tidak mampu menampung debit air akibat curah hujan berlebih, melanda kawasan hulu di Kecamatan Tabang. Peringatan waspada banjir ini, terutama kami sampaikan kepada pemerintah dan masyarakat pada desa-desa wilayah Kembang Janggut yang berada di sepanjang bantaran Sungai Belayan,” urai Tono.(**)
-
Penjahat Luar Pulau Kini Bidik Samarinda04 Apr 2026 -
Pura-pura Jadi Teknisi, Gasak Mesin Speedboat04 Apr 2026 -
-
-
-
-
-