Penjahat Luar Pulau Kini Bidik Samarinda

Penjahat Luar Pulau Kini Bidik Samarinda

04 Apr 2026 | Kriminalitas

SAMARINDA. Sebagai kota yang terus berkembang dan maju, Samarinda kini menjadi salah satu incaran penjahat luar daerah. Sepanjang 2025 lalu, tercatat ada beberapa penjahat luar masuk ke Samarinda untuk beraksi.
Hal ini dipertegas Kepolisian Resor Kota (Polresta) Samarinda, yang menyatakan ibu kota Kalimantan Timur ini tengah menjadi sasaran empuk komplotan penjahat lintas pulau, khususnya pelaku pencurian dengan pemberatan (curat).
Kapolresta Samarinda, Kombes Pol Hendri Umar, mengungkapkan, berdasarkan hasil pengungkapan kasus oleh jajaran Satreskrim selama 2025, banyak pelaku kejahatan yang diringkus ternyata berasal dari luar daerah, termasuk komplotan spesialis dari Pulau Sumatra dan Sulawesi.
Salah satu kasus yang menonjol adalah aksi pencurian dengan modus pecah kaca mobil. Hendri menjelaskan bahwa para pelaku sengaja datang ke Samarinda untuk beraksi dan langsung melarikan diri ke luar daerah setelah mendapatkan hasil.
Selain pecah kaca, polisi juga mengungkap curat modus "ketuk pintu" yang dilakukan secara berkelompok. Dalam menjalankan aksinya, para pelaku berpura-pura bertamu untuk memastikan kondisi rumah. Jika tidak ada jawaban dari penghuni, mereka segera mencongkel pintu dan menggasak barang berharga di dalamnya.
"Modus ketuk pintu ini juga pelakunya dari luar daerah. Namun Alhamdulillah, aksi yang sempat meresahkan warga Samarinda di 2025 lalu berhasil kami bongkar dan semua pelakunya telah tertangkap," tegas Hendri.
Memasuki 2026, Polresta Samarinda terus melakukan evaluasi mendalam guna mencegah aksi serupa terulang kembali. Meski ancaman dari luar daerah meningkat, data kepolisian menunjukkan tren positif dalam penanganan kasus curat.
Sepanjang 2025, tercatat jumlah kasus curat mengalami penurunan menjadi 117 kasus, dibandingkan tahun 2024 yang mencapai 151 kasus. Dari 117 laporan yang masuk di tahun 2025, polisi berhasil menyelesaikan sebanyak 105 kasus.
Kapolresta menegaskan bahwa peran aktif masyarakat sangat dibutuhkan untuk menjaga kondusifitas kota. Polisi tidak bisa bekerja sendiri dalam memantau pergerakan pelaku kejahatan yang dinamis.
"Kami mengajak warga Samarinda untuk tetap waspada dan menjadi polisi bagi diri sendiri. Jangan memberi celah bagi pelaku kejahatan. Mari bersama-sama mewujudkan kamtibmas yang kondusif di Samarinda pada 2026 ini," tutupnya. (**)