Akses Jalan Ambles, Dua KK di Bumi Prestasi Kencana Mengungsi

Akses Jalan Ambles, Dua KK di Bumi Prestasi Kencana Mengungsi

08 Feb 2026 | Pemerintahan

SAMARINDA. Hujan deras dalam beberapa terakhir, tak hanya mengakibatkan tanah longsor. Namun akses jalan pun mengalami kerusakan.
Salah satunya terjadi di Perumahan Bumi Prestasi Kencana, Jalan Anggar 2, RT 36, Kelurahan Harapan Baru, Kecamatan Loa Janan Ilir. Jalan di perumahan itu ambles pada Jumat malam (7/2/2026). Kejadian tersebut berdampak langsung terhadap dua rumah warga yang berada di sekitar lokasi dan memaksa penghuninya mengungsi demi keselamatan.
Salah seorang warga setempat, Sahrudin, mengungkapkan tanda-tanda longsor mulai terlihat sekitar pukul 21.05 Wita. Awalnya, muncul retakan pada badan jalan yang kian melebar seiring waktu.
“Awalnya cuma retak kecil, tapi tanahnya kelihatan turun pelan-pelan. Tidak lama kemudian retakannya makin besar,” tuturnya.
Kondisi terparah terjadi sekitar pukul 21.30 Wita ketika sebagian badan jalan di tepi jurang runtuh. Amblesnya jalan tersebut memicu kekhawatiran warga karena posisinya sangat dekat dengan bangunan rumah.
“Ada dua rumah yang paling dekat dan terdampak langsung. Demi keamanan, dua kepala keluarga sudah dievakuasi,” jelas Sahrudin.
Warga sekitar berharap penanganan segera dilakukan agar longsor tidak meluas dan mengancam rumah lainnya di kawasan tersebut.
“Kami berharap pemerintah dan BPBD bisa cepat turun tangan sebelum kondisinya makin parah,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala BPBD Kota Samarinda, Suwarso, membenarkan adanya laporan kejadian longsor tersebut. Informasi pertama diterima melalui Pusat Pengendalian Operasi (Pusdalops) BPBD pada malam kejadian.
“Begitu laporan masuk, tim langsung ke lokasi bersama unsur kelurahan, Babinsa, dan Bhabinkamtibmas untuk melakukan mitigasi awal,” kata Suwarso.
Dari hasil pemeriksaan di lapangan, BPBD mencatat dua bangunan terdampak langsung, sementara dua rumah lainnya berada dalam zona rawan jika terjadi longsor susulan.
“Untuk sementara, dua rumah tangga sudah kami evakuasi sebagai langkah antisipasi,” jelasnya.
BPBD menduga longsor dipicu oleh kombinasi curah hujan tinggi dan kondisi struktur jalan yang tidak memiliki penahan di bagian bawah.
“Di bawah badan jalan kemungkinan terdapat rongga dan tidak ada penurapan yang memadai. Karena berada di tepi jurang, tanah mudah tertarik ke bawah,” paparnya.
Sebagai penanganan darurat, area longsor ditutup menggunakan terpal untuk mencegah pergerakan tanah lebih lanjut. BPBD juga akan menyampaikan rekomendasi teknis kepada Dinas PUPR guna penanganan permanen.
“Harapannya, akses jalan bisa kembali normal dan warga merasa aman, baik secara fisik maupun psikologis,” pungkas Suwarso. (*")