Cara Mudah Membedakan Rokok Resmi dan Ilegal

Cara Mudah Membedakan Rokok Resmi dan Ilegal

14 Jan 2026 | Evergreen

Peredaran rokok ilegal masih kerap ditemukan di berbagai daerah. Harga yang lebih murah sering menjadi daya tarik, padahal rokok ilegal tidak hanya melanggar hukum, tetapi juga merugikan negara dan masyarakat. Agar tidak keliru saat membeli, ada sejumlah cara sederhana yang bisa dilakukan untuk membedakan rokok resmi dan rokok ilegal di pasaran.

Hal paling mudah dikenali adalah pita cukai. Rokok resmi selalu dilengkapi pita cukai yang terpasang rapi pada kemasan. Pita cukai ini merupakan tanda bahwa rokok tersebut telah memenuhi kewajiban pajak dan cukai kepada negara. Sebaliknya, rokok ilegal biasanya tidak menggunakan pita cukai sama sekali atau menggunakan pita cukai palsu.

Selain ada atau tidaknya pita cukai, konsumen juga perlu memperhatikan kesesuaian tahun pita cukai. Setiap tahun, pemerintah mengeluarkan desain pita cukai yang berbeda. Jika pita cukai terlihat tidak sesuai dengan tahun edar atau tampak mencurigakan, maka produk tersebut patut diwaspadai.

Dari segi fisik, pita cukai asli memiliki kualitas cetakan yang jelas dan rapi. Warna terlihat tajam, tulisan terbaca jelas, serta tidak mudah rusak atau terkelupas. Pada rokok ilegal, pita cukai sering tampak buram, kusam, atau mudah lepas dari kemasan.

Indikator lain yang patut diperhatikan adalah harga jual. Rokok ilegal umumnya dijual dengan harga jauh lebih murah dari harga pasaran. Selisih harga yang terlalu besar seharusnya menjadi tanda bagi konsumen untuk lebih berhati-hati.

Konsumen juga dapat mengecek informasi pada kemasan rokok. Rokok resmi mencantumkan identitas produsen, alamat pabrik, serta peringatan kesehatan sesuai ketentuan. Pada rokok ilegal, informasi tersebut sering kali tidak lengkap, dicetak asal-asalan, atau bahkan tidak tercantum sama sekali.

Masyarakat diimbau untuk tidak tergoda harga murah dan lebih teliti sebelum membeli rokok. Selain melanggar hukum, peredaran rokok ilegal berdampak pada berkurangnya penerimaan negara yang seharusnya digunakan untuk pembiayaan layanan publik.
Apabila menemukan dugaan peredaran rokok ilegal, masyarakat dapat melaporkannya kepada Bea dan Cukai setempat.

Partisipasi publik dinilai penting untuk menekan peredaran rokok ilegal dan menciptakan perdagangan yang lebih tertib dan adil. (**)