Faktor Genetik Berpengaruh pada Obesitas, Gaya Hidup Tetap Jadi Kunci Utama

Faktor Genetik Berpengaruh pada Obesitas, Gaya Hidup Tetap Jadi Kunci Utama

05 Feb 2026 | Evergreen

Kegemukan dan obesitas kerap dianggap semata-mata akibat pola makan berlebih dan kurangnya aktivitas fisik. Namun, berbagai penelitian menunjukkan bahwa faktor genetik juga memiliki peran signifikan dalam menentukan berat badan seseorang. Kontribusi genetik terhadap risiko obesitas diperkirakan mencapai 40 hingga 70 persen, tergantung individu dan lingkungannya.
Secara biologis, gen memengaruhi cara tubuh mengatur metabolisme dan menyimpan lemak. Beberapa orang secara genetik memiliki metabolisme yang lebih lambat sehingga pembakaran kalori tidak seefisien orang lain. Selain itu, gen juga menentukan lokasi penumpukan lemak, seperti kecenderungan lemak menumpuk di area perut.
Faktor genetik juga berperan dalam regulasi nafsu makan. Variasi gen tertentu, seperti gen FTO, diketahui memengaruhi kerja hormon leptin yang berfungsi memberi sinyal kenyang ke otak. Akibatnya, sebagian orang lebih mudah merasa lapar atau sulit merasa kenyang meskipun telah makan dalam jumlah cukup.
Meski demikian, para ahli menegaskan bahwa genetik bukanlah penentu mutlak. Faktor keturunan hanya meningkatkan kerentanan, bukan memastikan seseorang akan mengalami kegemukan. Berat badan akhir tetap merupakan hasil interaksi antara gen dan lingkungan, termasuk pola makan, tingkat aktivitas fisik, kualitas tidur, serta tingkat stres.
Orang dengan riwayat keluarga gemuk tetap memiliki peluang besar untuk menjaga berat badan ideal. Langkah-langkah seperti mengatur defisit kalori secara sehat, rutin berolahraga, tidur yang cukup, dan mengelola stres terbukti mampu menekan pengaruh faktor genetik terhadap peningkatan berat badan.
Kesimpulannya, meskipun faktor genetik diwariskan dari orang tua dan berperan dalam kecenderungan kegemukan, gaya hidup sehat tetap menjadi kunci utama dalam mengelola berat badan. Dengan kebiasaan yang tepat dan konsisten, risiko obesitas dapat dikendalikan dan kualitas hidup tetap terjaga. (**)