Foto Pernikahan Paling Misterius, Istri Tutup Wajah Pakai Kerudung, Tiga Pekan Suaminya Tewas
Foto pernikahan tahun 1912 itu seperti biasa saja, hingga seseorang memperbesar bagian kerudung sang pengantin wanita.
Pada 22 Juni 1912, sebuah studio bernama Harrison Photography di Chicago mengabadikan pasangan suami istri di hari bahagia mereka. Sekilas, tak ada yang janggal. Namun ketika diperhatikan lebih dekat, ada detail yang mengusik: wajah pengantin wanita sepenuhnya tertutup oleh kerudung renda yang sangat tebal, egitu rapat hingga tak satu pun bagian wajahnya terlihat.
Foto itu ditemukan oleh seorang detektif bernama Rebecca Walsh saat menelusuri potret-potret lama di sebuah toko barang antik di pusat kota Chicago. Di antara foto-foto yang telah memudar dimakan waktu, satu gambar ini terasa berbeda.
Sang pengantin pria tampak jauh lebih tua—sekitar 50-an tahun—berdiri tegap dengan setelan gelap rapi, kumis tebal, dan tatapan penuh percaya diri. Tangannya mencengker4m bahu istrinya dengan erat. Sementara itu, pengantin wanita mengenakan gaun putih berhias indah. Posturnya tegak dan mantap, tangannya terlipat tenang di pinggang. Ia tidak tampak malu atau ragu. Hanya saja, wajahnya tersembunyi sepenuhnya di balik tirai renda tebal.
Tidak seperti kebanyakan potret pernikahan, di mana kedua mempelai menampilkan wajah mereka dengan bangga, dalam foto ini justru identitas sang pengantin wanita seperti sengaja disembunyikan.
Rasa penasaran mendorong Rebecca membeli foto tersebut. Kembali ke kantor polisi, ia memindainya dengan peralatan beresolusi tinggi dan mulai menelusuri catatan lama berdasarkan tanggal yang tertera.
Nama pasangan itu akhirnya ditemukan: Thomas Whitmore, 52 tahun, seorang duda dan pemilik Whitmore Manufacturing, menikahi Helen Stone, 35 tahun, pada tanggal yang sama. Kolom sosial surat kabar tahun 1912 sempat memberitakan pertunangan mereka. Helen disebut-sebut baru pindah dari St. Louis.
Namun kurang dari sebulan setelah pernikahan, pada 15 Juli 1912, Thomas meningg4l dunia secara mendadak di rumahnya. Penyebab kem4tian tercatat sebagai gagal4l j4ntung. Tidak ada otopsi. Dokter keluarga langsung menandatangani akta kem4tian. Pemakaman dilakukan secara tertutup.
Helen menjadi satu-satunya ahli waris—mendapatkan rumah, bisnis, dan seluruh harta Thomas. Dua bulan kemudian, ia menjual properti dan menghilang tanpa jejak. Tidak ada alamat baru. Tidak ada catatan lanjutan. Seolah-olah ia tak pernah ada.
Dan foto itu dengan wajah yang tersembunyi di balik kerudung tebal menjadi satu-satunya saksi bisu dari pernikahan yang berumur kurang dari tiga minggu.
Kebetulan… atau sesuatu yang memang sudah direncanakan sejak awal? (**)
*sumber akun DPU
-
Penjahat Luar Pulau Kini Bidik Samarinda04 Apr 2026 -
Pura-pura Jadi Teknisi, Gasak Mesin Speedboat04 Apr 2026 -
-
-
-
-
-