Inilah Cara Tetap Tenang saat Orang Lain Merendahkanmu

Inilah Cara Tetap Tenang saat Orang Lain Merendahkanmu

26 Jan 2026 | Evergreen

Ada masa ketika seseorang merasa seolah seluruh dunia memandangnya dengan sebelah mata. Pendapatmu dianggap angin lalu, kemampuanmu disepelekan, dan kehadiranmu tidak pernah benar-benar diperhitungkan. Situasi seperti ini sering membuat dada terasa sesak karena manusia pada dasarnya ingin dilihat dan diakui. Namun justru saat itulah ketenangan menjadi kekuatan yang paling sulit sekaligus paling penting untuk dijaga.

Banyak penulis psikologi seperti Mark Manson dalam The Subtle Art of Not Giving a Fck* dan Viktor Frankl dalam Man’s Search for Meaning menjelaskan bahwa ketenangan lahir ketika seseorang mulai melepaskan kontrol terhadap penilaian orang lain dan fokus pada apa yang benar-benar bisa ia kendalikan. Dari sinilah seseorang belajar bahwa harga diri tidak boleh ditentukan oleh suara luar, melainkan oleh pilihan-pilihan kecil yang ia jalani setiap hari.
Berikut langkah-langkah untuk tetap tenang ketika orang memandangmu rendah.

1. Sadari bahwa penilaian orang lain tidak selalu menggambarkan dirimu yang sebenarnya

Ketika orang meremehkanmu, itu biasanya lebih berkaitan dengan pandangan mereka yang sempit daripada kualitas dirimu. Banyak orang menilai berdasarkan asumsi, pengalaman pribadi, atau ketakutan mereka sendiri. Menyadari hal ini membantu kamu tetap jernih dalam melihat situasi tanpa ikut terseret emosi.

Dalam proses ini, kamu belajar bahwa identitas terbaik bukan sesuatu yang diberikan orang lain, tetapi sesuatu yang kamu bangun dari dalam. Dengan pemahaman seperti ini, kamu tidak lagi merasa wajib membenarkan diri di hadapan semua orang. Kamu memilih untuk tetap tenang, karena hanya kamu yang benar-benar tahu jalan hidupmu.

2. Tarik napas dan beri jarak sebelum bereaksi

Saat diremehkan, refleks manusia biasanya ingin membalas. Namun reaksi spontan justru sering memperburuk keadaan. Memberi jeda beberapa detik dengan menarik napas dalam membantu menurunkan intensitas emosi yang muncul.

Ketika jeda itu tercipta, pikiran menjadi lebih jernih. Kamu bisa memilih respons yang tepat, bukan respon yang lahir dari luka. Inilah keterampilan emosional yang banyak dianjurkan dalam psikologi modern: kemampuan memberi ruang agar pikiran mendahului reaksi, bukan sebaliknya.

3. Ingat bahwa perasaan diremehkan berasal dari kebutuhan akan validasi

Diremehkan terasa menyakitkan karena manusia ingin dilihat. Namun ketika kamu memahami akar emosinya, rasa sakit itu jadi lebih mudah dikelola. Kamu menyadari bahwa kebutuhan akan validasi adalah hal wajar, tetapi bukan berarti semua validasi harus datang dari luar.

Dengan memahami hal ini, kamu bisa mengembalikan kekuatanmu yang tercecer di tangan orang lain. Kamu tidak lagi menjadikan mereka hakim atas harga dirimu. Justru, kamu belajar memvalidasi dirimu sendiri melalui tindakan, disiplin, dan konsistensi.

4. Fokus pada kualitas kerja, bukan pembuktian yang terburu-buru

Banyak orang ketika diremehkan ingin membuktikan diri secepat mungkin. Masalahnya, itu sering membuatmu terjebak pada aksi impulsif. Cara terbaik untuk naik kelas adalah menetapkan standar kerja yang stabil dan berkembang secara bertahap.

Ketika kamu menaruh seluruh energimu pada peningkatan kualitas, kamu membangun reputasi jangka panjang. Orang mungkin tidak melihatnya hari ini, tetapi kerja baik selalu meninggalkan jejak. Pembuktian yang tenang jauh lebih mematikan daripada pembuktian yang penuh teriakkan.

5. Berlatih hadir sepenuhnya pada dirimu sendiri

Tetap tenang berarti tetap berada pada tubuhmu, bukan terseret pada ruang emosional yang dibentuk orang lain. Coba rasakan posisi dudukmu, napasmu, detak jantungmu, atau lantai tempat kakimu berpijak. Ini adalah teknik grounding yang sederhana tapi kuat.

Ketika kamu terhubung kembali dengan tubuhmu, kamu otomatis mengurangi energi yang terbuang untuk memikirkan bagaimana orang memandangmu. Kamu kembali pada pusat kendali yang sesungguhnya, yaitu dirimu sendiri. Dari sini, ketenanganmu tumbuh secara alami.

6. Bangun batasan agar orang tidak seenaknya memperlakukanmu

Ketenangan bukan berarti diam terus. Kadang kamu perlu menegakkan batas. Katakan dengan jelas apa yang kamu terima dan tidak terima. Tidak perlu kasar, tetapi harus tegas. Batasan adalah bentuk penghormatan pada diri sendiri.

Orang yang memiliki batasan kuat biasanya lebih jarang diremehkan karena mereka memancarkan sinyal ketegasan. Batasan juga menjaga energimu agar tidak habis untuk orang yang tidak layak. Dari sinilah ketenanganmu semakin kokoh.

7. Jadikan perlakuan meremehkan itu sebagai petunjuk, bukan luka

Diremehkan bisa menjadi alat deteksi siapa yang pantas ada dalam hidupmu dan siapa yang tidak. Ini juga menjadi pengingat tentang bagian mana dalam dirimu yang masih perlu diperkuat. Dengan cara ini, kamu memindahkan peristiwa negatif menjadi informasi yang berguna.

Ketika pola pikir ini terbentuk, kamu tidak lagi melihat pelecehan sebagai pukulan. Kamu melihatnya sebagai navigasi. Kamu jadi tahu arah mana yang harus ditinggalkan dan arah mana yang perlu diperbaiki. Dan pada akhirnya, ketenanganmu menjadi hasil dari kematangan, bukan sekadar pengendalian emosi belaka.

________
Tetap tenang saat diremehkan bukan berarti kamu tidak terluka. Itu berarti kamu memilih untuk tidak membiarkan luka itu mengendalikan hidupmu. Ketenangan adalah bahasa dari orang yang tahu nilai dirinya. Dan ketika kamu memahami nilai itu, tidak ada lagi pandangan rendah yang mampu menjatuhkanmu. Kamu berdiri tegak, bukan karena orang percaya, tetapi karena kamu akhirnya percaya pada dirimu sendiri. (**)