Nasi Kuning “Iwak Haruan”, Menu yang Tak Lagi Ditemui saat Pagi Hari
NASI kuning merupakan salah satu kekayaan kuliner khas Indonesia yang dikenal memiliki cita rasa lebih gurih dibandingkan nasi putih biasa. Mengutip informasi dari Wikipedia, keunikan rasa dan aroma tersebut dihasilkan dari proses memasak beras bersama kunyit, santan, serta aneka rempah-rempah pilihan.
Di berbagai daerah, nasi kuning telah lama menjadi hidangan wajib dalam momen-momen sakral seperti perayaan ulang tahun, syukuran, hingga pesta pernikahan. Kini seiring dengan perkembangan zaman, pelaku Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) mulai melakukan inovasi guna menarik pelanggannya.
Di Kota Samarinda, nasi kuning tampil dengan ciri khas tersendiri melalui variasi lauk yang beragam, di mana ikan haruan atau ikan gabus menjadi primadona utama. Perpaduan antara nasi yang gurih dengan bumbu merah dan tekstur ikan yang khas, menciptakan sensasi rasa yang sangat digemari warga lokal.
Salsabila, seorang penikmat nasi kuning yang ditemui di salah satu warung di Jalan Lambung Mangkurat, mengungkapkan kecintaannya pada kombinasi tersebut. “Tekstur ikannya lebih gurih dan lembut, jadi cocok dipadukan nasi kuning dan bumbu merahnya. Makanya saya selalu memilih iwak haruan, daripada memilih lauk daging atau ayam,” ujar Salsabila.
Menariknya, budaya menikmati nasi kuning di Samarinda telah bergeser sehingga tidak lagi terbatas sebagai menu sarapan pagi saja. Wisata kuliner di kawasan Jalan Lambung Mangkurat dan Jalan Pangeran Antasari kini menyediakan nasi kuning yang siap disantap kapan saja, mulai dari malam hari hingga menjelang subuh. Perubahan ini memberikan kemudahan bagi masyarakat yang ingin mencari hidangan berat di waktu-waktu yang tidak biasa. Fenomena ini pun dirasakan langsung oleh warga, sebagaimana ditambahkan oleh Salsabila.
“Kalau dulu mau menikmati nasi kuning menunggu pagi. Sekarang malam dan subuh sekalipun ada yang jual,” pungkasnya. (**)
-
Kedalaman Skuad Borno FC Tak Mumpuni30 Dec 2025 -
-
Titik Rawan Banjir Samarinda Kembali Dievaluasi29 Dec 2025 -
-
-
Tujuh Kelelahan Mental yang Harus Diperhatikan27 Dec 2025 -
-
Solusi saat Keuangan Seret dan Pikiran Mentok26 Dec 2025