Perayaan Imlek, Tradisi Bersih-bersih Rumah dan Kumpul Keluarga
MENJELANG perayaan Tahun Baru Imlek, suasana di berbagai daerah mulai terasa berbeda. Warna merah mendominasi sudut-sudut kota, pusat perbelanjaan ramai pengunjung, dan aktivitas keluarga Tionghoa kian padat. Imlek bukan sekadar pergantian tahun dalam kalender lunar, melainkan momentum sarat makna budaya, spiritual, dan kebersamaan.
Salah satu tradisi yang umum dilakukan adalah membersihkan rumah secara menyeluruh. Kegiatan ini dimaknai sebagai simbol membuang kesialan dan energi buruk dari tahun sebelumnya, sekaligus membuka jalan bagi datangnya keberuntungan di tahun baru. Tradisi bersih-bersih biasanya dilakukan beberapa hari sebelum Imlek, karena saat hari raya tiba justru tidak dianjurkan menyapu rumah.
Selain itu, rumah-rumah mulai dihias dengan ornamen khas Imlek seperti lampion merah, hiasan beraksara Tionghoa, serta pernak-pernik bernuansa emas. Warna merah dipercaya membawa keberuntungan dan kebahagiaan, sementara emas melambangkan kemakmuran dan rezeki.
Aktivitas belanja juga meningkat menjelang Imlek. Berbagai kebutuhan khas mulai diburu, mulai dari jeruk mandarin, kue keranjang, aneka manisan, hingga bahan makanan untuk jamuan keluarga. Kue keranjang sendiri memiliki makna filosofis sebagai simbol keharmonisan dan keutuhan keluarga.
Dari sisi spiritual, umat Tionghoa biasanya melakukan sembahyang dan penghormatan kepada leluhur. Ritual ini menjadi bentuk rasa syukur atas perjalanan hidup di tahun yang berlalu sekaligus doa agar tahun yang baru membawa kesehatan, keselamatan, dan kelancaran rezeki.
Momentum yang paling ditunggu adalah makan malam reuni keluarga pada malam pergantian tahun. Tradisi ini menjadi ajang berkumpul lintas generasi, mempererat hubungan keluarga, sekaligus menguatkan nilai kebersamaan yang menjadi inti perayaan Imlek.
Tak kalah khas, persiapan angpao juga menjadi bagian penting menjelang Imlek. Angpao diberikan sebagai simbol doa, harapan baik, dan berbagi rezeki, terutama kepada anak-anak dan anggota keluarga yang belum menikah.
Dengan beragam tradisi tersebut, Imlek tidak hanya dirayakan sebagai hari besar budaya, tetapi juga menjadi pengingat akan pentingnya kebersihan hati, rasa syukur, serta kebersamaan dalam keluarga dan masyarakat. (**)
-
Penjahat Luar Pulau Kini Bidik Samarinda04 Apr 2026 -
Pura-pura Jadi Teknisi, Gasak Mesin Speedboat04 Apr 2026 -
-
-
-
-
-