Tekan Peredaran Narkoba, Polres Berau Perketat Pengawasan Jalur Air
TANJUNG REDEB. Meningkatnya peredaran narkoba di Berau sepanjang tahun lalu, membuat jajaran Polres Berau meningkatkan pengamanan.
Luasnya daerah perairan Berau, membuat para penyuplai memanfatkan hal tersebut, terumata narkoba yang masuk dari Malaysia. Penganan pun kini ditingkatkan, untuk membendung narkoba masuk ke Bumi Batiwakkal.
Selain menggalakkan penyuluhan di lingkungan sekolah dan perkantoran, aparat kini memfokuskan tindakan pada pengawasan ketat di jalur distribusi darat serta wilayah perairan non-resmi yang selama ini menjadi titik rawan penyelundupan.
Kasat Resnarkoba Polres Berau, AKP Agus Priyanto, mengungkapkan pola operasi kini diarahkan untuk memutus rantai pasokan sebelum barang haram tersebut beredar luas di tengah masyarakat.
Strategi ini diambil mengingat para pengedar terus mencari celah di tengah pengawasan petugas.
“Selain pencegahan melalui edukasi di sekolah dan tempat kerja, kami fokus menghambat distribusi masuknya sabu ke wilayah Berau, razia jalur darat kami lakukan secara acak dan tidak dijadwalkan, karena para pengedar juga terus berupaya mencari celah,” ujar Agus.
Untuk mendukung efektivitas pengawasan, kepolisian mulai memetakan pelabuhan rakyat atau jalur tikus di kawasan pesisir, seperti Tanjung Batu, Batu Putih, hingga Bidukbiduk.
Penempatan informan di titik-titik tersebut menjadi prioritas untuk memperkuat sistem deteksi dini terhadap pergerakan jaringan narkoba.
“Kami mendata pelabuhan-pelabuhan tidak resmi di kawasan seperti Tanjung Batu, Batu Putih, dan Biduk-Biduk, dan dari data itu kami tempatkan informan untuk memperkuat deteksi dini,” lanjutnya.
Sejauh ini, fokus pengawasan tetap dipusatkan pada jalur darat dan perairan, mengingat belum ditemukan indikasi keterlibatan jalur udara yang terhubung dengan jaringan Kalimantan Utara.
Namun, keberhasilan pengungkapan kasus sangat bergantung pada kewaspadaan dan laporan aktif dari warga mengenai aktivitas mencurigakan di lingkungan mereka.
“Ciri-ciri yang patut dicurigai misalnya ada rumah yang sering didatangi tamu bergantian, biasanya di malam hari, dengan durasi singkat lima sampai sepuluh menit, jika menemukan kondisi seperti itu, segera laporkan,” tutupnya. (**)
-
Penjahat Luar Pulau Kini Bidik Samarinda04 Apr 2026 -
Pura-pura Jadi Teknisi, Gasak Mesin Speedboat04 Apr 2026 -
-
-
-
-
-