Universal Media
Banner Pemerintah Kota Bontang
Balita di Bukuan Meninggal usai Sesak Napas, Diduga Imbas Asap Karhutla

Balita di Bukuan Meninggal usai Sesak Napas, Diduga Imbas Asap Karhutla

15 Oct 2026 | Peristiwa

SAMARINDA. Asap akibat kebakaran hutan dan lahan di Samarinda memakan korban jiwa. Seorang balita bernama YS yang baru berusia setahun, dikabarkan meninggal dunia usai mengalami sesak napas di rumahnya di Jalan Diponegoro, Kelurahan Bukuan, Kecamatan Palaran. YS mengalami sesak napas diduga kuat karena asap dari kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di wilayah tersebut.
Kakek korban, Sarno (62), mengatakan, cucunya dibawa ke puskesmas pada Rabu (14/10/2026) pagi setelah diketahui sulit bernapas. Setelah mendapatkan penanganan awal, balita tersebut dirujuk ke Rumah Sakit Mulya Medika untuk memperoleh perawatan lebih lanjut.
Namun, kondisi YS mengharuskannya menjalani perawatan intensif di ruang Pediatric Intensive Care Unit (PICU). Setelah dirawat selama semalam, nyawa balita tersebut tidak tertolong. YS meninggal dunia pada Kamis (15/10/2026) sekitar pukul 06.00 Wita.
“Sesaknya mendadak. Kemarin pagi dibawa ke puskesmas, kemudian mendapat rujukan ke Mulya Medika. Semalam saja di rumah sakit, paginya meninggal,” ujar Sarno.
Di tengah duka yang dialami keluarga, Sarno menduga asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla) turut berkaitan dengan gangguan pernapasan cucunya. Dia menyebut asap kebakaran lahan di sekitar Bukuan terasa pekat pada malam sebelum YS meninggal hingga menyelimuti permukiman warga.
“Kalau kemungkinan karena asap, iya. Kebakaran lahan tadi malam juga ada, asapnya sampai ke sini. Memang kabut asapnya tinggi sekali kalau sedang terjadi kebakaran,” katanya.
Meski demikian, Sarno mengakui keluarga belum mengetahui penyebab pasti kematian cucunya. Dugaan mengenai pengaruh asap muncul berdasarkan kondisi lingkungan saat YS mengalami sesak napas.
Sarno juga mengatakan imbauan penggunaan masker telah disampaikan kepada masyarakat. Pembagian masker oleh lembaga swadaya masyarakat (LSM) sempat dilakukan. Namun, menurut dia, perlindungan bagi bayi menjadi persoalan tersendiri karena ukuran masker yang tersedia belum tentu sesuai.
“Sudah ada imbauan supaya pakai masker, bahkan ada LSM yang membagikan masker. Tapi untuk bayi, ukurannya kecil, jadi bagaimana mau dibagikan kalau maskernya tidak sesuai,” tuturnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Samarinda, dr. Ismid Kosasi menyampaikan, balita tersebut selama ini memang sakit dan hanya baring saja. informasi mengenai kondisi YS bersumber dari pihak rumah sakit. Dia juga menyinggung adanya kondisi bawaan pada balita tersebut.
“Ini informasi dari rumah sakit. Sempat sesak napas, makanya dirujuk. Ada penyakit bawaannya,” kata Ismid. (**)