Universal Media
Banner Pemerintah Kota Bontang
Dugaan Dibunuh Menguat, Wakar Tewas Terikat Pemberat di Dasar Sungai

Dugaan Dibunuh Menguat, Wakar Tewas Terikat Pemberat di Dasar Sungai

02 Nov 2026 | Kriminalitas

SAMARINDA. Teka-teki penyebab tewasnya Zunaidi (55), penjaga (wakar) speedboat yang ditemukan tewas di Sungai Karang Mumus (SKM), Jalan Tongkol, Kelurahan Sungai Dama, Kecamatan Samarinda Ilir, mulai terkuak. Pria berinisial DI (37) yang sebelumnya diamankan dalam kasus pencurian mesin hidrolik speedboat, diduga terlibat dalam kematian korban.
Kapolsek Kawasan Pelabuhan Samarinda AKP Chandra Buana mengungkapkan, DI telah mengakui melakukan kekerasan terhadap Zunaidi. Meski demikian, polisi belum menyimpulkan seluruh rangkaian kejadian karena masih mencocokkan pengakuan tersebut dengan keterangan saksi dan alat bukti lainnya.
"Iya, pelaku mengaku. Cuma kami masih melakukan persesuaian dengan bukti-bukti, baik keterangan saksi maupun alat bukti lainnya. Kami juga masih menunggu alat bukti yang lengkap sebelum memberikan pernyataan lebih jauh," ungkap Chandra, Senin (2/11/2026).
Selain pengakuan DI, polisi juga masih menunggu hasil autopsi untuk memastikan penyebab kematian korban. Sebab, terdapat sejumlah kemungkinan yang perlu dipastikan secara medis, termasuk apakah korban meninggal akibat pukulan atau setelah ditenggelamkan.
Chandra menyebutkan, luka yang sementara diketahui berada di bagian kepala korban. Namun, pihaknya belum dapat memastikan apakah benturan atau kekerasan tersebut menjadi penyebab langsung kematian Zunaidi.
"Kami masih menunggu hasil autopsi. Dari situ nanti bisa diketahui apakah korban meninggal saat masih di darat akibat dipukul, atau sempat pingsan kemudian meninggal setelah ditenggelamkan," jelasnya.
Fakta lain yang terungkap, jasad Zunaidi ternyata ditemukan dalam kondisi terikat pada pemberat berupa batu di dasar sungai. Kondisi tersebut menjadi salah satu bagian penting yang didalami penyidik untuk mengungkap bagaimana korban bisa berakhir di dalam sungai.
Sebelumnya, Zunaidi ditemukan meninggal dunia pada Sabtu (31/10/2026) sore, tepat di bawah Jembatan 1 Jalan Tongkol. Penemuan jasad bermula saat keluarga bersama warga melakukan pencarian setelah korban dilaporkan hilang.
Saat itu, polisi awalnya juga menelusuri keberadaan Zunaidi setelah menerima laporan pencurian satu unit mesin hidrolik dan BBM dari Speed Boat Bening Mahakam yang biasa dijaga Zunaidi.
Dalam pengembangan kasus pencurian tersebut, polisi mengamankan DI. Dari pemeriksaan awal, DI mengakui mengambil satu unit hidrolik dan sekitar 80 liter Pertalite dari kapal tersebut. Belakangan, penyidik juga mendalami dugaan keterlibatannya dalam kekerasan terhadap Zunaidi.
Untuk mengungkap kasus kematian tersebut, polisi telah memeriksa sekitar empat hingga lima orang saksi, termasuk pelapor. Pemeriksaan tambahan juga masih dilakukan dengan meminta keterangan sejumlah saksi lainnya.
"Kurang lebih sudah empat sampai lima saksi yang kami mintai keterangan. Hari ini juga ada sekitar dua sampai tiga saksi yang kembali diperiksa," pungkas Chandra.
Penyidik kini masih mengumpulkan alat bukti, mencocokkan keterangan para saksi dengan pengakuan DI, serta menunggu hasil autopsi guna memastikan penyebab kematian Zunaidi dan mengungkap secara utuh peristiwa tersebut. (**)