Universal Media
Banner Pemerintah Kota Bontang
Penjualaan BBM di SPBU Berau Diperketat, Polisi Catat Nopol Pembeli Pertalite

Penjualaan BBM di SPBU Berau Diperketat, Polisi Catat Nopol Pembeli Pertalite

11 Oct 2026 | Daerah

TANJUNG REDEB. Para pengetap atau pengecer Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi di Kabupaten Berau bakal ketar-ketir. Ini setelah tujuh SPBU yang tersebar di kawasan Tanjung Redeb, Sambaliung, dan Labanan kini mewajibkan pencatatan nomor polisi (nopol) secara digital bagi kendaraan roda dua yang melakukan pembelian jenis Pertalite.
SBM Kaltimut III Fuel Pertamina Patra Niaga, Hermawan Bagus, mengungkapkan bahwa kebijakan ini dioperasikan langsung oleh petugas SPBU menggunakan perangkat tablet saat transaksi berlangsung. Langkah tersebut disiapkan, guna memantau pergerakan transaksi sekaligus meminimalisasi praktik pengisian berulang di SPBU yang sama maupun berpindah antar-SPBU dalam sehari.
“Dari roda dua, semua transaksi kita buatkan sistem di mana input nopol kendaraan dilakukan oleh operator. Ini untuk mengantisipasi pengisian berulang, ataupun pengisian di beberapa SPBU yang berbeda pada hari yang sama,” ujar Bagus.
Selain kewajiban pencatatan nopol, Pertamina turut membatasi volume pembelian Pertalite untuk kendaraan roda dua maksimal 5 liter per transaksi. Meski kebijakan ini sempat memicu protes warga di SPBU Sambaliung, situasi dapat teratasi setelah petugas memberikan pemahaman mengenai pentingnya pemerataan kuota BBM bersubsidi agar tepat sasaran.
“Yang berulang kita arahkan mengisi Pertamax,” tegasnya.
Pertamina berharap sistem pengawasan digital ini dapat berjalan konsisten dan didukung penuh oleh masyarakat Bumi Batiwakkal. Melalui sistem pencatatan terintegrasi tersebut, penyaluran BBM bersubsidi diharapkan menjadi lebih efisien, transparan, serta terhindar dari potensi penyelewengan oknum tidak bertanggung jawab.
“Mohon antisipasinya dari masyarakat Kabupaten Berau. Ini upaya kita untuk pemerataan pengisian BBM, dengan melakukan pencatatan transaksi sehingga kita bisa mengetahui kendaraan yang masuk,” pungkas Bagus. (**)