Universal Media
Banner Pemerintah Kota Bontang
Rebut 3 Medali, FAJI Kaltim Masih yang Terbaik di Luar Pulau Jawa

Rebut 3 Medali, FAJI Kaltim Masih yang Terbaik di Luar Pulau Jawa

02 Oct 2026 | Olahraga

SAMARINDA. Pertarungan di Sungai Ayung, Kabupaten Badung, Bali, memberi FAJI Kaltim gambaran penting sebelum memasuki persaingan babak kualifikasi PON 2027. Dari lima tim yang diturunkan pada Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Arung Jeram Indonesia 2026, Kaltim membawa pulang tiga medali.
Capaian itu terdiri atas satu emas, satu perak dan satu perunggu. Sebanyak 25 atlet Kaltim turun dalam lima tim yang mewakili kategori senior putra, U-23 putra-putri, serta U-19 putra-putri.
Emas diraih melalui nomor R4 Mix Open Raft Slalom Challenge. Tim U-23 Women Slalom menyumbangkan perak, sedangkan perunggu datang dari U-19 Men Down River Race.
Persaingan yang berlangsung 23–28 September itu mempertemukan 16 provinsi.
Hasil tersebut sekaligus memberi kesempatan kepada FAJI Kaltim untuk melihat posisi kekuatan daerah lain, sebelum fokus diarahkan ke rangkaian menuju PON NTT-NTB 2028.
Ketua Harian FAJI Kaltim Michael Henry Smith menyebut, hasil di Bali belum sesuai sasaran yang dipasang sebelum keberangkatan. Kaltim sebelumnya membidik posisi dua besar untuk membuka peluang tampil pada kejuaraan dunia 2027.
“Bisa diukur (peta kekuatan) untuk persiapan BK-PON tahun depan,” ucap Smith.
Pernyataan itu menjadi salah satu catatan utama FAJI Kaltim setelah kejurnas. Hasil pertandingan bukan hanya dihitung dari jumlah medali, tetapi juga dipakai untuk membaca daerah mana yang akan menjadi pesaing ketika kualifikasi PON dimulai.
Target dua besar sendiri tidak tercapai. Smith mengakui kondisi tersebut membuat peluang Kaltim menuju kejuaraan dunia 2027 menjadi lebih berat.
Ada pula persoalan teknis yang menjadi bahan evaluasi. Smith menyebut perangkat pertandingan turut memberi pengaruh terhadap hasil yang diperoleh atlet Kaltim selama berlaga di Bali.
“Ada hal teknis yang mengganggu hasil,” kata Smith.
Terlepas dari catatan tersebut, posisi Kaltim di luar Pulau Jawa masih menjadi modal. Dari kategori yang diikuti, Smith menilai capaian kontingen Kaltim tetap menunjukkan daya saing yang kuat.
“Kaltim masih yang nomor satu di luar Pulau Jawa,” tegasnya.
Khususnya di kawasan Kalimantan-Sulawesi, yang menjadi salah satu titik perhatian FAJI Kaltim. Peta persaingan di dua kawasan tersebut mulai terlihat dari hasil Kejurnas, dan Kaltim masih menilai kekuatannya berada di atas daerah lain.
“Kaltim masih dominan, di zona Kalimantan-Sulawesi,” tutupnya. (**)