Universal Media
Banner Pemerintah Kota Bontang
Terus Berjibaku dengan Karhutla, Relawan Jalani Pemeriksaan Kesehatan

Terus Berjibaku dengan Karhutla, Relawan Jalani Pemeriksaan Kesehatan

08 Oct 2026 | Pemerintahan

SAMARINDA. Belum berakhirnya kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Samarinda, membuat para relawan harus berjibaku setiap hari memadamkan api. Dan tiap hari pula para relawan harus terkena paparan asap, suhu panas dan beratnya medan saat menangani karhutla. Hal itu membuat kondisi relawan perlu mendapat perhatian. Setelah hampir dua bulan aktif di lapangan, sebanyak 100 relawan Samarinda menjalani pemeriksaan kesehatan, Rabu (7/10/2026).
Pemeriksaan gratis tersebut dilaksanakan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Samarinda bersama Dinas Kesehatan. Kegiatan berlangsung dalam dua sesi, masing-masing pukul 08.30-10.30 Wita dan 13.00-15.00 Wita.
Setiap sesi diikuti 50 relawan. Pemeriksaan dilakukan untuk mengetahui kondisi kesehatan mereka setelah cukup lama terlibat langsung dalam penanganan karhutla di sejumlah lokasi di Kota Tepian.
Ketua Info Taruna Samarinda, Joko Iswanto atau Jokis, menyebut pemeriksaan ini menjadi bentuk perhatian terhadap relawan yang selama ini berada di garis depan membantu pemerintah menangani kebakaran.
“Harapannya melalui cek kesehatan ini kami bisa mengetahui kondisi fisik dan kesehatan para relawan. Selama kurang lebih dua bulan mereka terus berjibaku membantu pemerintah kota menangani kebakaran hutan dan lahan di Samarinda,” tegasnya.
Menurut Jokis, selama penanganan karhutla berlangsung terdapat sejumlah relawan yang mengalami gangguan kesehatan. Sekitar 15 orang tercatat sempat mengalami sesak napas, sedangkan dua relawan mengalami luka ketika menjalankan tugas di lapangan.
“Dari catatan kami, ada sekitar 15 relawan yang mengalami sesak napas. Ada juga dua rekan kami yang mengalami luka-luka. Ini menjadi koreksi dan perhatian bersama bahwa keselamatan serta kesehatan relawan sangat penting saat berada di lokasi kejadian,” pungkasnya.
Salah seorang relawan, Fernanda, mengapresiasi pemeriksaan tersebut. Menurutnya, selama bertugas para relawan cenderung lebih memprioritaskan penanganan kebakaran dibandingkan memperhatikan kondisi kesehatan masing-masing.
“Pemeriksaan ini penting supaya kami bisa mengetahui kondisi tubuh setelah cukup lama berada di lapangan. Selama bertugas, fokus kami memang membantu pemadaman, sehingga pemeriksaan seperti ini membuat kami lebih sadar untuk tetap menjaga kesehatan,” ujarnya.
Ia berharap pemeriksaan kesehatan dapat dilakukan secara berkala selama penanganan karhutla, bukan hanya setelah relawan menjalankan tugas dalam waktu lama.
“Semoga ke depan keselamatan dan kesehatan relawan juga menjadi perhatian utama, karena kami ingin tetap bisa membantu masyarakat dalam kondisi yang sehat,” katanya.
Dalam pemeriksaan tersebut, BPBD dan Dinas Kesehatan melibatkan tenaga medis dari Puskesmas Pampang dan Puskesmas Pembina. Pemeriksaan menjadi salah satu upaya memastikan relawan tetap dalam kondisi layak setelah menghadapi paparan asap, panas dan medan berat selama bertugas. (**)