Berhari-hari Padamkan Karhutla, Heri Keswanto Minta Logistik Petugas Diperhatikan
BONTANG. Dedikasi petugas pemadam kebakaran dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) dalam menangani kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kota Bontang, mendapat apresiasi DPRD. Mereka dinilai telah bekerja ekstra, bahkan hampir 24 jam untuk mengendalikan kebakaran di sejumlah wilayah.
Ketua Komisi A DPRD Bontang, Heri Keswanto mengatakan, perjuangan petugas di lapangan patut mendapat perhatian pemerintah. Terlebih, penanganan kebakaran di kawasan Bonles dan Nyerakat berlangsung selama berhari-hari.
Menurutnya, pemerintah tidak hanya perlu mengapresiasi kinerja petugas, tetapi juga memastikan kebutuhan selama proses penanganan kebakaran terpenuhi.
Salah satu hal yang menjadi perhatiannya adalah ketersediaan logistik. Ia mengaku menerima informasi, bahwa persediaan logistik petugas sempat menipis ketika berjibaku memadamkan api di lapangan.
“Kalau perlu diberikan apresiasi. Kita salut dengan kinerja teman-teman Damkar dan BPBD yang hampir 24 jam terus bekerja,” ujarnya, Senin (2/11/2026).
Heri menilai dukungan terhadap petugas harus menjadi bagian penting dari sistem penanganan karhutla. Sebab, beban kerja mereka tidak ringan, terutama ketika kebakaran meluas dan membutuhkan waktu penanganan cukup panjang.
Selain dukungan logistik, ia juga meminta pemerintah memperketat pengawasan di kawasan rawan kebakaran. Patroli lapangan perlu dilakukan secara rutin agar potensi kebakaran bisa dideteksi lebih awal.
Kawasan hutan dan Perkebunan, menjadi perhatian karena aktivitas pembukaan atau pembersihan lahan berpotensi memicu kebakaran apabila dilakukan dengan cara membakar.
Ia juga menilai keterlibatan perusahaan dalam penanganan karhutla perlu dipertahankan. Tim gabungan yang sebelumnya dibentuk, seharusnya tetap bekerja selama musim kemarau, sehingga koordinasi dan dukungan sumber daya tidak terputus.
Menurutnya, keterlibatan perusahaan jangan hanya sebatas membantu penyediaan bahan bakar, tetapi juga dapat diperkuat melalui dukungan logistik dan kebutuhan lain bagi petugas.
“Kalau pengawasan yang lebih ketat, dukungan logistik memadai, serta koordinasi lintas sektor yang berkelanjutan, penanganan karhutla di Bontang diharapkan bisa lebih maksimal,” pungkasnya. (**)