Bocah Tenggelam di Kolam Tambang Ditemukan Tewas
SAMARINDA. Pencarian korban tenggelam di bekas kolam tambang di Jalan Teluk Kedondong, RT 22, Kelurahan Sempaja Utara, Kecamatan Samarinda Utara, akhirnya membuahkan hasil.
Namun penemuan ini tak sesuai dengan harapan keluarga. Sebab Muhammad Andi Riski ditemukan dalam keadaan meninggal dunia.
Korban ditemukan sekitar pukul 19.17 Wita setelah warga bersama relawan melakukan pencarian secara manual sejak sore. Jasad korban ditemukan berada di dasar kolam dengan posisi telungkup.
Helmi (41), salah seorang warga yang ikut melakukan pencarian, mengatakan proses pencarian berlangsung cukup lama. Ia kemudian menemukan korban ketika menyelam hingga ke dasar kolam.
“Dari tadi sore, sekitar jam setengah lima,” ujarnya.
Saat menyelam, Helmi mengaku sempat menginjak sesuatu. Setelah diraba, ternyata yang terkena kakinya adalah tubuh korban.
“Saya terinjak di kaki saya. Saya menyelam di dasar, lalu teraba kakinya. Posisi telungkup di bawah,” ungkapnya.
Menurut Helmi, dasar kolam tidak dipenuhi lumpur seperti yang dikhawatirkan sebelumnya. Bagian dasar justru didominasi pasir. Korban ditemukan di kedalaman sekitar 2,5 meter.
“Enggak ada lumpur, pasir saja di bawah. Ketinggiannya sekitar 2 meter setengah di dasar tadi,” jelasnya.
Pencarian yang dimulai sejak sekitar pukul 16.30 Wita itu akhirnya membuahkan hasil menjelang malam. Namun, korban sudah tidak bernyawa ketika ditemukan. "Korban ditemukan dalam keadaan meninggal dunia, telungkup di dasar. Enggak ngapung,” katanya.
Saat ditemukan, korban diketahui hanya mengenakan celana dan tidak mengenakan baju. Setelah dievakuasi dari kolam, jasad korban kemudian dibawa ke rumah duka.
Informasi mengenai penemuan korban juga dibenarkan Pamapta III Polresta Samarinda, Aiptu Joko Wahyudi. Ia mengatakan polisi menerima informasi mengenai seorang anak yang diduga tenggelam di danau bekas tambang kawasan Bayur sekitar pukul 16.30 Wita.
“Jadi tadi sore kita mendapat informasi dari warga adanya anak tenggelam di danau yang diduga bekas tambang koridoran di daerah Bayur sekitar jam setengah lima tadi sore. Kemudian kami menuju TKP,” terangnya.
Sesampainya di lokasi, petugas mendapati warga sudah berkerumun dan ikut membantu melakukan pencarian secara manual. Setelah beberapa jam pencarian, korban akhirnya ditemukan sekitar pukul 19.17 Wita.
“Korban berhasil ditemukan sekitar jam 19.17 tadi. Kondisi korban saat ditemukan sudah meninggal dunia dan langsung dibawa ke rumah duka,” katanya.
Joko mengatakan, polisi yang datang ke lokasi langsung melakukan pengamanan di sekitar tempat kejadian. Petugas juga memberikan edukasi kepada keluarga dan warga yang berada di lokasi.
Ia meminta masyarakat tidak mengambil gambar maupun video saat korban ditemukan. Hal tersebut dilakukan untuk menjaga perasaan keluarga yang sedang berduka.
“Kita datang ke TKP, mengamankan TKP dan memberikan edukasi kepada keluarga saat ditemukan korban. Jangan ada yang memvideo atau memfoto untuk menjaga keluarga agar tidak ikut larut dalam kesedihan,” tegasnya.
Peristiwa tersebut kembali menjadi peringatan bagi masyarakat, terutama para orang tua, untuk tidak membiarkan anak-anak bermain atau berenang di danau bekas tambang.
Joko mengimbau agar orang tua meningkatkan pengawasan terhadap anak-anak dan melarang mereka berenang di kawasan tersebut.
“Khusus orang tua, agar menjaga anak-anaknya untuk tidak berenang di danau sekitar sini agar tidak terjadi korban selanjutnya,” pungkasnya. (**)