Hasil Tangkapan 3 Bulan, Polres Berau Musnahkan 8 Kg Sabu
TANJUNG REDEB. Kerja luar biasa diperlihatkan jajaran kepolisian Resor (Polres) Berau, dalam hal pengentasan peredaran narkiba di wilayahnya. Ini dibuktikan dengan dimusnakannya bukti narkotika jenis sabu seberat 8.039,8 gram atau lebih dari 8 kilogram. Seluruh barang haram yang dilarutkan dalam air panas bercampur bahan pembersih tersebut, merupakan hasil pengungkapan kasus jajaran Polres Berau dan polsek jajaran selama periode Juli hingga September 2026.
Pemusnahan yang menjerat 16 tersangka ini dihadiri pihak kejaksaan dan advokat. Kasat Resnarkoba Polres Berau, AKP Agus Priyanto, menegaskan bahwa prosedur pemusnahan dilakukan usai keluarnya hasil uji laboratorium resmi yang mengonfirmasi keaslian kandungan sabu tersebut.
“Ini merupakan tahapan daripada penyidikan. Setelah selesai berita acara pemusnahan yang ditandatangani penyidik, JPU dan advokat, akan kami lampirkan dalam berkas perkara,” ungkap Kasat Resnarkoba Polres Berau, AKP Agus Priyanto.
Dari total 16 tersangka, terdapat satu jaringan besar berisi tiga tersangka dengan total barang bukti mencapai 8 kilogram. Agus merincikan, pengungkapan berawal dari kasus 12 Juni 2026 di kawasan Gang Madurjo, Kelurahan Gunung Panjang, yang dijadikan gudang penyimpanan. Tersangka PNG awalnya menerima pengiriman 8 kilogram sabu dari luar daerah atas perintah pengendali berinisial MK yang kini berada di lapas.
Melalui skema controlled delivery, polisi menangkap tersangka RM yang menerima penyerahan barang sekitar 1,8 kilogram dari PNG, sementara sisa sekitar 6 kilogram diamankan dari tangan PNG.
“Total barang bukti yang akan kita musnahkan hari ini adalah 8.039,8 gram, dengan tersangka sebanyak 16 orang,” jelasnya.
Sementara itu, 13 tersangka lainnya dibekuk jajaran polsek dari berbagai kasus berbeda. Agus membeberkan bahwa modus distribusi jaringan ini seragam, yakni dikirim dari Tanjung Redeb sebelum disebar ke wilayah pesisir seperti Pulau Sangalaki dan Pulau Derawan. Saat ini kepolisian masih terus melakukan profiling intensif untuk mengejar pengendali utama yang disinyalir tidak lebih dari dua hingga tiga orang.
“Mayoritas nama-nama yang muncul sudah kami profiling. Tidak lebih dari dua sampai tiga pengendali. Semuanya sudah kami dalami dan masuk dalam proses penyidikan,” ujar Agus. (**)