Borneo FC vs Bai United : Hindari Hattrick Tumbang di Stadion Segiri
SAMARINDA. Borneo FC dikenal sebagai tim yang sangat sulit dikalahkan saat main di kandang sendiri. Tak salah jika Stadion Segiri sempat dijuluki “kandang neraka”. Namun itu terjadi di musim-musim sebelumnya. Ironi terjadi di musim ini. Sebab dua kali kekalahan terjadi di dua pertandingan awal Super League, yakni saat bertemu Persija Jakarta dan Dewa United. Satu kemenangan didapatkan saat berjumpa Persijap Jepara dengan kemenangan satu gol.
Bayang-bayang kekalahan ketiga di kandang kini menghantui Borneo FC, saat bertemu Bali United sore nanti pukul 16.30 Wita di Stadion Segiri. Terlebih, Serdadu Tridatu adalah tim yang memutus streak 11 kemenangan Borneo FC musim lalu dan itu terjadi di Stadion Segiri.
Bali United datang dengan percaya diri tinggi, dengan modal dua kemenangan di laga awal, yakni menang 2-1 atas PSS Sleman dan 4-1 atas Isenmulang Kalteng FC.
Pelatih Borneo FC Mauro Jeronimo menyadari Bali United datang dengan modal lebih baik. Ia mengakui kualitas lawan, kecepatan pemain, sekaligus hasil dua kemenangan beruntun yang sudah diraih Bali United. Borneo FC diminta tetap memainkan identitas sendiri sambil membangun karakter baru dari skuad yang mengalami perubahan besar.
“Pertama kami akan menghadapi satu tim yang menurut saya bagus. Kita analisis kekurangan dan kelebihan mereka, mencoba menghindari hal-hal yang harus dihindari. Idealnya saya tahu mereka cepat, pemain berkualitas,” kata Mauro pada awak media di TC Borneo FC, GOR Kadrie Oening Sempaja Samarinda, Sabtu (19/9/2026).
Borneo FC sendiri masih mencari bentuk permainan terbaik. Dari 26 pemain dalam skuad baru, hanya tiga pemain yang dipertahankan dari musim sebelumnya. Perubahan besar itu membuat proses membangun chemistry menjadi salah satu pekerjaan utama tim pelatih.
Banyaknya pemain asing dan komposisi baru membuat tim masih mencari pasangan pemain yang memiliki kecocokan permainan paling baik.
“Yang pasti kita memang banyak pemain asing, masalahnya musim ini tim baru, bangun chemistry baru. Kita lagi melihat siapa saja yang punya chemistry-nya lebih bagus. Makanya ini sepak bola, dan pastinya kita akan memilih pemain lebih bagus,” ujarnya.
Tekanan lain datang dari tribun. Start Borneo FC yang belum stabil membuat sebagian suporter menuntut hasil lebih cepat. Mauro memahami tuntutan tersebut, tetapi meminta publik memberi ruang kepada tim yang sedang dibangun dari awal.
“Saya tahu mereka pasti tidak senang, karena supporter mau hasil yang bagus. Pemain, manajemen terima, tidak masalah. Cuma kami minta mereka harus sabar,” kata Mauro.
Dukungan suporter menjadi bagian yang turut diminta gelandang serang berkebangsaan Kolombia Borneo FC, Juan Felipe Villa Ruiz atau akrab disapa Juan Villa.
Ia mengakui laga melawan Bali United menjadi kompetisi penting bagi tim yang sedang berusaha bangkit.
“Minggu sore kita akan hadapi satu tim yang menurut saya bagus, dua kali berturut-turut menang, hasilnya bagus di awal kompetisi. Tapi ya kita harus lihat Borneo, tim kita mulai bangkit,” kata Juan.
Ia menyebut masih ada beberapa aspek permainan yang harus ditingkatkan. Pertandingan melawan Bali United pun dipandang sebagai kesempatan untuk menunjukkan respons tim setelah hasil kurang maksimal pada laga sebelumnya.
“Besok itu kompetisi yang luar biasa buat kita semua,” ujarnya.
Villa meminta suporter datang langsung ke Stadion Segiri. Ia menjanjikan seluruh pemain bakal memberikan tenaga penuh untuk mengejar hasil yang diharapkan.
“Kami minta suporter hadir, sabar. Ini tim baru, tapi besok kami akan memberikan 100 persen, kami jaminkan. Semoga bisa hasilnya bagus dan sama-sama bisa selebrasi,” tegas Villa. (**)