Bendungan Benanga Surut, Warga Berburu Ikan untuk Lauk
SAMARINDA. Di balik suatu musibah, ada saja berkah bagi warga lainnya. Dan hal itu terjadi saat Bendungan Benanga Lempake mengalami krisis air seperti saat ini.
Kondisi air yang terus menyusut, justru dimanfaatkan warga untuk berburu ikan.
Sejak pagi, bendungan yang biasanya tergenang ramai didatangi warga. Mereka turun ke bagian dangkal dengan membawa peralatan sederhana, salah satunya tangguk. Lumpur dan sisa genangan air tak menyurutkan langkah warga yang berharap membawa pulang ikan untuk santapan keluarga.
Songgol (43), warga RT 17 Lempake, menjadi salah satu yang memanfaatkan momen tersebut. Ia mulai mencari ikan sekitar pukul 09.00 Wita. Hampir lima jam berada di lokasi, tubuhnya mulai lelah.
“Sekitar jam 9 pagi berangkay. Sekarang sekitar jam setengah 2 karena sudah perut terasa lapar, jadi ya pulang dulu. Besok dilanjut lagi,” ujarnya, Jumat (18/9/2026)
Menurutnya, surutnya Bendungan Benanga menjadi kesempatan bagi warga untuk mendapatkan ikan tanpa harus bersusah payah memancing di tengah perairan.
“Ini kesempatan untuk warga daerah sini, mumpung bendungan lagi surut. Jadi warga Lempake atau warga mana saja bisa ramai-ramai cari ikan di sini untuk lauk keluarga,” katanya.
Bukan tanpa alasan. Saat air bendungan masih tinggi, ikan lebih sulit dijangkau. Warga hanya bisa mengandalkan pancing dengan hasil yang tak menentu.
“Kalau lagi pasang susah kita mau merancau, kan dalam. Bisanya paling mancing. Itu saja dapatnya untung-untungan,” tuturnya.
Kini kondisi berbeda terlihat. Bagian dasar bendungan yang sebelumnya tertutup air mulai terbuka. Genangan yang semakin dangkal membuat ikan lebih mudah ditemukan.
Hasilnya pun cukup lumayan. Dalam beberapa jam, Songgol membawa pulang sejumlah ikan air tawar. Ada nila, biawan, pipih hingga baung. Total tangkapannya diperkirakan mencapai empat kilogram.
Hasil tangkapan tersebut tak dibawa ke pasar. Semuanya masuk dalam daftar lauk keluarga.
“Konsumsi buat dua hari, cukup buat sekeluarga,” katanya.
Hal serupa dilakukan Asnawi (38), warga yang tinggal di sekitar Bendungan Benanga. Dengan tangguk di tangan, ia menyusuri bagian bendungan yang mulai dangkal.
“Saya mencari ikan menggunakan tangguk, mendapatkan ikan lumayan banyak. Kesempatan mumpung bendungan mengering jadi tidak susah untuk mencari ikan dengan cara menangguk,” ujarnya.
Namun, berburu ikan di dasar bendungan bukan tanpa risiko. Warga mesti pandai memilih lokasi untuk berpijak. Sebab, beberapa bagian masih menyimpan lumpur dengan kedalaman cukup berbahaya.
“Kalau di atas sana lumpurnya dalam betul. Cuma kalau dekat sini tidak, karena itu ada tanggul karung,” jelas Asnawi.
Karena itu, warga lebih memilih menyusuri bagian yang dianggap aman. Aktivitas mencari ikan ini juga bukan dilakukan setiap hari. Warga turun ke bendungan ketika memiliki waktu dan kondisi air memungkinkan.
Songgol menyebut, kegiatan tersebut mulai dilakukan sejak kemarau membuat air Bendungan Benanga menyusut. Dalam sepekan terakhir, warga beberapa kali memanfaatkan kondisi itu.
“Sejak kemarau ini selama satu minggu ini, cuma tidak tiap hari,” tandasnya. (**)