Universal Media
Pemerintah Kabupaten Berau
Bumi Battiwakkal Krisis BBM, Antrean Mengular hingga ke Jalan Utama

Bumi Battiwakkal Krisis BBM, Antrean Mengular hingga ke Jalan Utama

01 Sep 2026 | Pemerintahan

TANJUNG REDEB. Burung mati di lumbung padi. Ya, pepatah itu layak disematkan pada kondisi Kaltim saat ini. Disebut sebagai “sarangnya” minyak, namun krisis Bahan Bakar Minyak (BBM) terus terjadi di Kaltim. Dan saat ini kelangkaan terjadi di Kabupaten Berau sejak Minggu (30/8) hingga Selasa (1/9). Keterbatasan stok membuat warga harus berjuang keras demi mendapatkan BBM, seiring dengan antrean panjang kendaraan yang memadati sejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) yang masih beroperasi, seperti di SPBU Bujangga dan SPBU Kilo 5.
Pantauan di lapangan menunjukkan pemandangan tak biasa di dalam area SPBU. Kepadatan kendaraan membuat formasi antrean melingkar memenuhi seluruh ruang pengisian. Tidak hanya menumpuk di area dalam, ekor antrean kendaraan roda dua maupun roda empat mengular sangat panjang hingga keluar area SPBU dan memakan bahu jalan utama.
Kondisi ini membuat Pertamax, yang biasanya menjadi pilihan alternatif saat Pertalite langka, ikut kosong di sebagian besar dispenser pengisian. Kondisi tersebut meluas hingga ke tingkat pengecer dan pom mini. Salah seorang warga Berau, Divana, mengaku kesulitan menjalankan aktivitas harian karena bahan bakar yang makin langka.
“Saya heran kenapa BBM tiba-tiba susah dicari. Tadi saya lihat di kawasan Sambaliung, warga sampai antre di pom mini untuk membeli bensin. Bensin motor saya sudah hampir habis, padahal masih harus berangkat. Mau tidak mau saya harus cari ke beberapa SPBU,” ungkap Divana.
Keresahan warga Bumi Battiwakkal yang sempat memicu dugaan adanya pengetapan langsung direspons Wakil Bupati Berau, Gamalis. Usai meninjau terminal penyimpanan BBM Jobber Pertamina Maluang bersama pihak Pertamina, Gamalis menjelaskan keterlambatan pasokan murni disebabkan kendala pasang surut Sungai Berau dan padatnya lalu lalang tongkang batu bara, sehingga kapal pengangkut baru bisa bersandar di jetty pada Selasa (1/9) kemarin pukul 10.58 Wita.
Pasokan sebesar 3.000 kiloliter (KL) Biosolar, 1.500 KL Pertalite, dan 500 KL Pertamax langsung didistribusikan untuk mengurai kepadatan di SPBU. Wakil Bupati Berau, Gamalis, meminta masyarakat tidak panik dan mengantre secara tertib.
“Insyaallah hari ini BBM sudah ada di semua SPBU. Mudah-mudahan paling tidak malam hari masyarakat sudah bisa mendapatkannya,” ujar Gamalis.
“Kami berharap masyarakat Kabupaten Berau dapat disiplin dalam antrean dan memanfaatkan BBM yang ada dengan sebaik-baiknya serta seefisien mungkin. Mari kita sama-sama menjaga situasi agar tetap kondusif,” pungkas Gamalis. (**)