Dipercaya Lagi Tangani Gli Azzuri, Roberto Mancini Di-Support Cesc Fabregas

Dipercaya Lagi Tangani Gli Azzuri, Roberto Mancini Di-Support Cesc Fabregas

29 Jul 2026 | Olahraga

ROMA. Ditunjuknya Roberto Mancini menjadi pelatih Timnas Italia disambut dukungan. Salah satunya dari pelatih Como Cesc Fabregas. Fabregas menyambut baik kembalinya Mancini menangani Italia. Fabregas menyebut pelatih legendaris Roberto mancini memiliki gaya permainan berstandar tinggi.
Keputusan Federasi Sepak Bola Italia (FIGC) dalam menunjuk Mancini sebagai pelatih pasukan Gli Azzuri, diambil setelah tiga tahun lalu dia meninggalkan posisi tersebut demi melatih tim nasional Arab Saudi.
Sebelumnya, FIGC menyiapkan jajaran kandidat dengan adanya tawaran kepada Carlo Ancelotti, Pep Guardiola, serta Andrea Pirlo. Sayangnya semua rencana untuk mengakusisi satu dari ketiga manajer tersebut gagal total.
Sehingga penunjukan Mancini bagi sebagian orang terasa seperti sebuah langkah mundur untuk sepak bola Italia, yang memasuki fase terendah karena gagal lolos ke Piala Dunia tiga edisi berturut-turut.
Fabregas tidak sependapat dengan penilaian sebagian pengamat dan pencinta sepak bola. Dia menegaskan ini adalah langkah positif bagi tim nasional Italia.
"Saya selalu menyukai (bagaimana) Mancini (melatih). Saya juga sempat mengikuti kiprahnya saat (meraih banyak prestasi) di Manchester City," ujar Fabregas.
"Saya beberapa kali berbicara dengannya, dia adalah sosok pemenang, memiliki standar tinggi, dan mengusung permainan sepak bola yang apik. Dia telah membuktikannya saat menjuarai Kejuaraan Eropa (bersama timnas Italia). Saya sangat ikut berbahagia untuknya," imbuh dia.
Mancini adalah pelatih terakhir Italia saat meraih gelar juara, yakni mengangkat trofi EURO 2020. Namun, dia juga merupakan pelatih saat Azzurri gagal lolos ke Piala Dunia 2022, setelah kalah dalam babak play-off melawan Makedonia Utara.
Di tingkat klub, Mancini menjuarai Premier League bersama Manchester City pada tahun 2012, serta memenangkan Piala FA, tiga gelar Serie A, empat gelar Coppa Italia, dua gelar Supercoppa Italiana, Piala Turki bersama Galatasaray, dan gelar juara di Qatar bersama Al-Sadd.
Segudang prestasi tersebut membuktikan juga bahwa kekaguman Fabregas terhadap pelatih berusia 61 tahun itu bisa saja mengulang kesuksesan di Italia terutama membawa gelar-gelar lainnya serta memulai era baru tim nasional Italia dengan pemain-pemain muda. (**)