Disporapar : Wacana Pemindahan Lampu dari Stadion Palaran ke Segiri Tak Bisa Dilakukan Buru-buru
SAMARINDA. Pemkot Samarinda memastikan mendukung penuh pemenuhan standar Stadion Segiri untuk kebutuhan kompetisi Super League maupun agenda internasional yang akan dijalani Borneo FC. Satu persoalan yang masih menjadi perhatian ialah pencahayaan stadion yang belum memenuhi standar.
Kepala Dinas Pemuda, Olahraga dan Pariwisata (Disporapar) Samarinda, Muslimin, menegaskan wacana pemindahan lampu dari Stadion Palaran ke Stadion Segiri tidak bisa dilakukan secara tergesa-gesa. Kajian teknis wajib dilakukan lebih dulu agar tidak menimbulkan persoalan baru.
Saat ini pencahayaan Stadion Segiri masih berada di kisaran 1.000 lux, sementara kebutuhan pertandingan mencapai sekitar 1.500 hingga 1.600 lux. Artinya, masih ada kekurangan sekitar 600 lux yang harus dipenuhi.
"Jangan langsung memindahkan barang dari Palaran ke Segiri. Harus ada kajian teknis dulu," tegas Muslimin, di depan Ruang Rapat Lantai 1 DPRD Samarinda, Rabu (1/7/2026).
Kajian itu tidak hanya menyangkut jumlah lampu yang dipindahkan, tetapi juga kemampuan struktur tiang menahan tambahan beban. Lampu yang terpasang di Stadion Palaran dan Segiri berasal dari merek serta spesifikasi berbeda sehingga bobot setiap unit tidak sama.
Ia mengingatkan, kesalahan perhitungan justru bisa membahayakan keselamatan.
"Jangan sampai bobot lampu yang dipindahkan melebihi kemampuan tiang. Bisa berakibat tiangnya roboh dan mengancam keselamatan," bebernya.
Selain kekuatan struktur, instalasi kelistrikan juga menjadi perhatian. Kesesuaian kabel, jaringan, hingga sistem instalasi antara kedua stadion harus dipastikan lebih dulu sebelum pemindahan dilakukan.
"Instalasinya connect atau tidak, kabelnya sesuai atau tidak, semuanya harus dikaji. Tidak boleh langsung dipindahkan tanpa kajian teknis karena ini menyangkut instalasi," katanya.
Muslimin meminta Pemprov Kaltim bersama Pemkot Samarinda segera menggelar koordinasi yang melibatkan Dinas PUPR kedua pihak serta instansi terkait. Ia berharap pertemuan dihadiri pejabat yang memiliki kewenangan mengambil keputusan sehingga pembahasan tidak berlarut.
"Saya sudah bicara dengan Pak Wali Kota. Prinsipnya tidak ada masalah. Dalam rangka persiapan Borneo FC menghadapi liga maupun AFC, pemkot mendukung sepenuhnya. Tinggal mekanisme dan hasil kajian teknis yang harus disinkronkan," paparnya.
Sejauh ini Disporapar Samarinda juga belum menerima laporan resmi terkait rencana kedatangan Konfederasi Sepak Bola Asia atau Asian Football Confederation (AFC) ke Stadion Segiri. Informasi yang diterima baru sebatas pemberitahuan melalui sambungan telepon, bahwa akan ada tim yang turun melakukan verifikasi.
"Kami sudah tugaskan UPTD mendampingi tim yang datang untuk melihat apa saja yang menjadi catatan mereka," katanya.
Di sisi lain, Muslimin menyebut perawatan rutin terus dilakukan agar kualitas lapangan tetap terjaga. Biaya yang dikeluarkan juga tidak sedikit. Biaya listrik untuk menyalakan lampu stadion bisa menyentuh sekitar Rp 50 juta per bulan.
Angka itu belum termasuk perawatan rumput di kisaran Rp 30 juta, biaya tenaga kerja, kebutuhan air untuk penyiraman rumput, serta komponen perawatan lainnya.
"Kalau bicara pendapatan, pendapatannya tidak seberapa dibanding biaya yang kita keluarkan. Pemerintah kota memang betul-betul men-support Stadion Segiri," pungkasnya. (**)