Dua Rampok di Perumahan Bengkuring Diringkus, Ternyata Sudah Kerap Beraksi

Dua Rampok di Perumahan Bengkuring Diringkus, Ternyata Sudah Kerap Beraksi

06 Jul 2026 | Kriminalitas

SAMARINDA. Kerja keras jajaran kepolisian di bawah komando Polresta Samarinda akhirnya membuahkan hasil. Ini setelah dua perampok yang beraksi di Jalan Bengkuring Raya, Kelurahan Sempaja Timur, Kecamatan Samarinda Utara, akhirnya diringkus jajaran Polsekta Sungai Pinang.
Kapolsekta Sungai Pinang, AKP Aksaruddin melalui Kanit Reskrim Polsekta Sungai Pinang, Iptu Dedi Lantang mengatakan, pelaku berinisial DA (21) ditangkap di kawasan Padat Karya, Bengkuring, pada Senin (6/7/2026) pagi hari. Tak berselang lama, polisi kembali mengamankan AS (17) di kediamannya di kawasan P Suryanta, Samarinda Ulu.
“DA kami amankan lebih dulu sekitar pukul 7 pagi di kawasan Padat Karya. Selanjutnya AS diamankan sekitar jam 8 di rumahnya di Jalan P. Suryanta,” ujarnya.
Dari hasil pemeriksaan, DA diketahui merupakan pelaku utama dalam aksi perampokan yang terjadi di toko kelontong tersebut. Polisi menyebut terdapat uang tunai yang berhasil dibawa kabur DA.
“Uang yang diambil pelaku sekitar Rp 350 ribu. Pisau yang digunakan untuk mengancam dan melukai korban ternyata diambil di dapaut yang ada di dalam ruko saat DA sudah berada di lokasi,” jelas Dedi.
Korban dalam peristiwa tersebut merupakan dua karyawan toko, yakni HS dan WA. Keduanya mengalami luka akibat serangan senjata tajam saat berusaha mempertahankan diri dari aksi pelaku.
Tak hanya itu, hasil pengembangan mengungkap DA bukan kali pertama beraksi. Ia mengaku telah lima kali melakukan pencurian dengan pemberatan. Dalam tiga aksi di antaranya, DA beraksi bersama AS.
“Pengakuannya sudah lima kali melakukan pencurian. Tiga di antaranya dilakukan bersama AS dan rata-rata menyasar kawasan Padat Karya, Sempaja Timur,” ungkap Dedi.
Saat ini kedua pelaku telah diamankan di Mapolsekta Sungai Pinang untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut. Penyidik juga masih mendalami kemungkinan adanya lokasi kejadian lain maupun keterlibatan pelaku dalam kasus serupa di wilayah Samarinda.
“Kasus ini masih kami kembangkan untuk memastikan apakah masih ada TKP lain maupun pelaku lain yang terlibat,” pungkasnya. (**)