Erling Haaland Tetap Hidup Sederhana, Sering Kunjungi Restoran Tionghoa Bersama Keluarga
ERLING Haaland dikenal sebagai salah satu striker paling tajam di dunia saat ini. Namanya identik dengan gol, rekor, dan berbagai pencapaian bersama klub maupun tim nasional Norwegia.
Namun di balik statusnya sebagai bintang sepak bola global, Haaland ternyata masih menyimpan kebiasaan sederhana yang tidak banyak diketahui publik.
Salah satu kisah menarik datang dari kampung halamannya di Bryne, Norwegia. Di kota kecil tersebut terdapat sebuah restoran Tionghoa bernama Wen Hua House yang memiliki hubungan khusus dengan penyerang Manchester City itu.
Pemilik restoran, Hui Zhu Wang, mengungkapkan bahwa Haaland sudah menjadi pelanggan sejak masih kecil. Saat itu, ia kerap datang bersama keluarganya untuk menikmati hidangan favorit mereka.
"Dia sudah datang ke sini bersama keluarganya sejak kecil," ujar Wang saat mengenang masa-masa awal mengenal Haaland.
Meski kini telah menjelma menjadi salah satu pesepak bola paling terkenal di dunia, kebiasaan itu rupanya tidak berubah. Setiap kali pulang ke Bryne, Haaland masih menyempatkan diri untuk mengunjungi restoran yang sama.
Di tengah gaya hidup pesepak bola modern yang identik dengan restoran mewah dan tempat eksklusif, pilihan Haaland justru menunjukkan sisi lain dari kepribadiannya. Ia lebih memilih kembali ke tempat yang menyimpan banyak kenangan dibanding mencari kemewahan.
Menurut Wang, menu favorit Haaland sejak dulu adalah ayam asam manis dan bebek. Hidangan tersebut masih menjadi pilihan yang sering dipesannya ketika berkunjung.
Tak hanya setia pada tempat makan langganannya, Haaland juga dikenal memiliki sikap yang ramah terhadap orang-orang di sekitarnya. Wang mengatakan ketenaran yang dimiliki sang pemain tidak membuatnya berubah menjadi sosok yang sulit didekati.
Ketika pengunjung lain menyadari kehadiran Haaland dan meminta foto atau tanda tangan, ia hampir tidak pernah menolak. Sebaliknya, pemain berusia 25 tahun itu selalu meluangkan waktu untuk melayani para penggemarnya.
Sikap tersebut meninggalkan kesan mendalam bagi pemilik restoran maupun pelanggan yang pernah bertemu langsung dengannya. Bagi mereka, Haaland tetaplah sosok yang sama seperti sebelum menjadi bintang sepak bola dunia.
Sebagai bentuk perhatian kepada restoran yang telah menjadi bagian dari masa kecilnya, Haaland juga pernah memberikan dua jersey bertanda tangan. Salah satu kaus tersebut kini dipajang dalam bingkai dan menjadi kebanggaan Wen Hua House.
Kisah sederhana ini menunjukkan bahwa di balik gemerlap karier dan popularitasnya, Erling Haaland tetap menjaga kedekatannya dengan tempat-tempat yang memiliki arti penting dalam hidupnya.
Sebuah pengingat bahwa kesuksesan besar tidak selalu membuat seseorang melupakan akar dan kenangan masa kecilnya. (**)