Kolam Bekas Tambang Makan Korban, Bocah 7 Tahun Hilang di Teluk Kedondong
SAMARINDA. musim kemarau yang cukup panjang saat ini, membuat sebagian warga harus mencari sumber air alternatif untuk kebutuhan setiap hari. Salah satunya adalah kolam bekas galian tambang batu bara di di Jalan Teluk Kedondong, RT 22, Kelurahan Sempaja Utara, Kecamatan Samarinda Utara.
Namun Selasa (15/9/2026) sore, kolam tersebut justru memakan korban jiwa. Ini setelah diterima informasi tenggelamnya Muhammad Andi Riski (7), siswa kelas 1 sekolah dasar setelah mandi di kolam tersebut. Informasi mengenai hilangnya korban diterima sekitar pukul 17.30 Wita.
Sebelum petugas tiba di lokasi, warga sekitar berupaya melakukan pencarian secara manual. Warga menyisir tepian hingga bagian kolam yang diduga menjadi lokasi terakhir korban terlihat.
Salah seorang warga sekitar, Risnawati (38) menuturkan, sebelum kejadian sejumlah anak berada di sekitar kolam. Saat itu, beberapa warga juga sedang mandi di lokasi itu.
Menurutnya, korban kemudian terlihat berada di sekitar kolam bersama teman-temannya. Setelah warga yang sebelumnya mandi naik dari air, korban disebut kembali masuk ke kolam.
“Anak-anak itu duduk di atas. Kami tadi mandi di sini. Setelah kami naik, dia yang kemudian mandi,” tuturnya.
Risnawati menyebut, sebelum masuk ke air, korban sempat berbicara dengan temannya. Bahkan, korban sempat mengucapkan permintaan maaf.
“Dia sempat ngomong sama temannya, ‘aku minta maaf, ya’. Setelah itu langsung hilang,” ungkapnya.
Kejadian tersebut diperkirakan berlangsung sekitar pukul 16.15 Wita. Setelah korban masuk ke kolam, warga yang berada di sekitar lokasi tidak lagi mengetahui keberadaannya.
Risnawati mengatakan, kolam tersebut memang kerap didatangi warga untuk mandi, khususnya saat musim kemarau. Kondisi kekurangan air membuat sebagian warga memanfaatkan kolam bekas tambang tersebut.
“Kalau musim kemarau sering ke sini karena air di rumah tidak ada, jadi terpaksa cari air dan mandi di sini,” katanya.
Ia mengaku baru pertama kali mandi di kolam tersebut. Sementara sejumlah anak disebut sudah cukup sering datang untuk berenang.
Risnawati juga menyayangkan tidak adanya orang dewasa yang secara khusus mengawasi anak-anak saat berada di kolam.
“Kalau ada orang tua, pasti anak-anak diawasi. Biasanya kami bilang jangan ke tengah, hati-hati. Di tengah itu ada bagian yang dalam,” jelasnya.
Kolam bekas tambang tersebut diketahui memiliki bagian yang cukup dalam, sehingga aktivitas anak-anak di lokasi itu dinilai berisiko, terlebih tanpa pengawasan orang dewasa.
Sementara itu, Koordinator Pos Basarnas Samarinda, Aries Setiawan mengatakan, pihaknya langsung melakukan persiapan setelah menerima informasi mengenai bocah yang hilang tersebut.
“Begitu menerima informasi, kami melakukan persiapan untuk menuju lokasi kejadian,” ujarnya.
Tim SAR selanjutnya dikerahkan menuju lokasi untuk melakukan pencarian terhadap korban. Hingga berita ini ditulis, upaya pencarian masih dilakukan dengan melibatkan petugas dan warga sekitar. (**)