Krisis Terjadi, Warga Sungai Kapih Antre Air Bersih
SAMARINDA. Belum turunnya hujan di Samarinda membuat kondisi air Mahakam tak bisa diolah, imbas intrusi air asin dalam beberapa hari terakhir. Hal ini membuat Instalasi Pengolahan Air (IPA) Perumdam Tirta Kencana Samarinda di kawasan Sungai Kapih harus berbagi air bersih dengan warga terdampak pada Kamis (10/9/2026) pagi. Satu per satu warga datang, menunggu giliran, lalu membawa pulang air untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.
Bukan antrean biasa. Di balik deretan wadah tersebut, ada warga yang sudah dua hari menunggu air kembali mengalir dari keran rumah.
Salah satunya Mawar (49). Warga Sungai Kapih itu datang membawa wadah untuk mengambil air yang akan digunakan sebagai air minum. "Untuk air minum. Di rumah sudah dua hari mati," ujarnya.
Selama dua hari tanpa aliran air, Mawar mengaku belum mendapat kepastian kapan distribusi kembali normal. Karena kebutuhan air tak bisa ditunda, IPA menjadi tempat yang didatangi warga untuk mendapatkan pasokan.
Hal serupa dialami Luther, warga RT 03 Sungai Kapih. Ia mengatakan aliran air di rumahnya juga sudah terhenti selama dua hari.
Informasi mengenai layanan pengambilan air di IPA diperolehnya melalui grup RT dari ketua RT. Sejak itu, ia beberapa kali datang mengambil air.
"Ini sudah ketiga kalinya," katanya.
Namun, air yang diambilnya belum langsung digunakan untuk konsumsi. Luther memilih menyimpannya untuk kebutuhan mencuci dan mandi karena belum berani memastikan air tersebut aman diminum atau digunakan memasak.
"Belum berani konsumsi karena apakah dijamin bisa langsung konsumsi atau tidak. Sementara untuk cuci dan mandi," tuturnya.
Di rumahnya, terdapat lima orang yang membutuhkan pasokan air. Karena itu, Luther berencana kembali mengambil air beberapa kali agar kebutuhan keluarganya tetap terpenuhi.
Di tengah kondisi tersebut, ia menilai layanan pengambilan air di IPA cukup membantu warga.
"Sebenarnya membantu masyarakat. Dalam keadaan seperti ini, air asin, pemerintah bisa mengarahkan seperti ini. Justru membantu masyarakat," ucapnya.
Antrean warga ini tak lepas dari terganggunya distribusi air Perumdam Tirta Kencana Samarinda. Intrusi air laut menyebabkan kualitas air baku terganggu sehingga berdampak terhadap operasional pengolahan dan distribusi air ke pelanggan.
Operator IPA Sungai Kapih, Obi, mengatakan layanan pengambilan air bagi warga telah dibuka sejak Rabu (9/9/2026) sekitar pukul 07.00 Wita.
Sejak dibuka, warga terus berdatangan. Untuk memperlancar pelayanan, sekitar 10 keran disiapkan bagi masyarakat. "Mulai kemarin jam 7 pagi sudah ada yang mengambil. Sampai sekarang masih menyalurkan air," ungkapnya.
Layanan tersebut dibuka selama persediaan air masih tersedia. Warga Sungai Kapih dan sekitarnya diperbolehkan mengambil air dengan membawa galon maupun ember.
Namun, pengambilan menggunakan tandon tidak diperbolehkan. Pembatasan itu dilakukan agar pasokan air dapat dibagi kepada lebih banyak warga yang membutuhkan.
Obi menyebutkan, reservoir IPA Sungai Kapih memiliki kapasitas sekitar 4.580 meter kubik. Saat ini, persediaan air di dalamnya masih berada di kisaran 4.100 meter kubik.
"Masih ada. Kalau berkurang, masih bisa terisi lagi," jelasnya.
Pagi itu, antrean pun terus bergerak. Galon yang kosong perlahan terisi, kemudian dibawa pulang. Bagi sebagian warga, air yang diambil dari IPA bukan sekadar memenuhi wadah, melainkan menjadi penopang kebutuhan keluarga di tengah distribusi air bersih yang belum kembali normal. (**)