Le Blues Mengejar Sejarah Hattrick Final

Le Blues Mengejar Sejarah Hattrick Final

13 Jul 2026 | Olahraga

DALLAS. Perjalanan Piala Dunia 2026 sudah memasuki fase akhir. Empat tim terbaik akan bertemu untuk menapak kaki mereka ke parai puncak. Dan semifinal pertama dimainkan Rabu (15/7/2026) pukul 03.00 Wita di Dallas Stadium, Amerika Serikat, saat Prancis dan Spanyol berebut tiket final.
Sepanjang perjalanan Piala Dunia 2026, Spanyol dan Prancis adalah tim yang sempurna, karena sama-sama belum terkalahkan.
Prancis berpeluang mencatat sejarah dengan melaju ke final Piala Dunia untuk ketiga kalinya secara beruntun. Namun, ambisi Les Bleus akan mendapat ujian berat dari Spanyol yang datang dengan status juara bertahan Eropa dan performa yang terus meningkat sepanjang turnamen.
Pemenang pertandingan ini akan tampil di final Piala Dunia pada 19 Juli di New York New Jersey Stadium.
Tim asuhan Didier Deschamps tampil sempurna pada fase grup dengan mengalahkan Senegal, Irak, dan Norwegia. Konsistensi mereka berlanjut setelah menyingkirkan Swedia di babak 32 besar, Paraguay pada babak 16 besar, serta Maroko di perempat final.
Hingga semifinal, Prancis menunjukkan kombinasi lini serang yang tajam dan pertahanan yang solid.
“Hanya ada satu cara untuk bisa merasa tenang, yaitu dengan meraih kemenangan. Selama kami belum melakukannya, kami tidak akan mengendur. Kami sudah berada di semifinal dan tentu sangat senang, tetapi perjalanan masih sangat panjang. Kami sadar bahwa tantangan yang menanti akan jauh lebih berat daripada yang sudah kami lewati, namun kami siap menghadapi apa pun,” ungkap striker dan kapten Prancis, Kylian Mbappe.
Keyakinan juga diapungkan sang pelatih, Didier Deschamps. Ia mengaku melawan Spanyol adalah hal sulit, tetapi Prancis siap memberikan yang terbaik dan melangkah ke final.
“Spanyol adalah tim yang terus berkembang dengan deretan pemain muda dan senior. Mereka adalah tim besar, tetapi sekarang mereka bertemu kami yang juga berkembang dan berproses dengan baik,” ujar Deschamps.
Sementara itu Spanyol mengawali turnamen dengan hasil mengejutkan setelah ditahan imbang tanpa gol oleh Tanjung Verde. Namun, tim besutan Luis de la Fuente segera bangkit dengan mengalahkan Arab Saudi dan Uruguay untuk menjadi juara Grup H.
La Roja kemudian mengalahkan Austria pada babak 32 besar sebelum menyingkirkan Portugal dan Belgia melalui gol-gol penentu pada menit-menit akhir. Mikel Merino menjadi pahlawan kemenangan dalam dua laga fase gugur tersebut.
Spanyol punya keyakinan tinggi bisa memulangkan Prancis di laga ini. Sang pelatih bahkan terkesan jemawa atas keyakinannya tersebut.
“Wajar jika kami percaya bisa mengalahkan Prancis. Kami akan bekerja keras untuk mewujudkannya. Kami adalah satu-satunya tim yang berhasil mengalahkan mereka dua kali. Sebuah tim hebat akan menghadapi tim hebat lainnya,” beber pelatih Spanyol, Luis de la Fuente.
Semifinal kali ini menjadi penampilan kedelapan Prancis di empat besar Piala Dunia. Jika berhasil menang, Les Bleus akan menjadi negara Eropa kedua yang mencapai tiga final Piala Dunia secara beruntun setelah Jerman Barat pada 1982, 1986, dan 1990.
Harapan besar kembali bertumpu pada Kylian Mbappe. Penyerang berusia 27 tahun itu telah mencetak delapan gol pada Piala Dunia 2026, sehingga total koleksinya kini mencapai 20 gol dari 20 pertandingan di ajang Piala Dunia.
Selain Mbappe, Prancis memiliki lini serang yang dihuni Ousmane Dembele, Michael Olise, Desire Doue, dan Bradley Barcola. Sementara di lini belakang, duet Dayot Upamecano dan William Saliba tampil kokoh dengan hanya kebobolan dua gol sepanjang turnamen dan belum pernah kebobolan di fase gugur.
Di lini tengah, Manu Kone dan Adrien Rabiot menjadi penyeimbang permainan tim.
Sedangkan bagi Spanyol, ini merupakan semifinal Piala Dunia ketiga setelah edisi 1950 dan 2010, saat mereka akhirnya menjadi juara dunia. La Roja datang dengan modal positif setelah memenangi dua pertemuan terakhir melawan Prancis, yakni 2-1 pada semifinal UEFA Euro 2024 dan 5-4 pada semifinal UEFA Nations League 2024/2025.
Kekuatan utama Spanyol berada di lini tengah yang dikomandoi Rodri, Pedri, dan Dani Olmo. Di lini belakang, Unai Simon baru sekali kebobolan sepanjang turnamen, didukung duet bek tengah Aymeric Laporte dan Pau Cubarsi.
Di sisi sayap, Marc Cucurella dan Pedro Porro aktif membantu serangan maupun bertahan, sementara lini depan dihuni Lamine Yamal, Nico Williams, dan Mikel Oyarzabal yang menjadi ancaman serius bagi pertahanan lawan. (**)


Prancis (4-2-3-1): Maignan; Kounde, Upamecano, Saliba, Digne; Kone, Rabiot; Olise, Dembele, Doue; Mbappe.

Spanyol (4-2-3-1): Unai Simon; Porro, Cubarsi, Laporte, Cucurella; Rodri, Pedri; Lamine Yamal, Dani Olmo, Baena; Oyarzabal.