Lima Cabor Sempat Dicoret di Porprov, Akhirnya Ditandingkan dengan Biaya Mandiri
SAMARINDA. Lima cabor yang tidak masuk dalam usulan resmi Panitia Besar (PB) Porprov VIII Kaltim 2026, tetap akan berusaha tampil. Pengurus kelima cabor memilih menanggung sendiri biaya pertandingan, setelah keterbatasan anggaran membuat PB Porprov hanya mengusulkan 59 cabor dari 64 cabor yang sebelumnya disepakati.
Ketua Umum KONI Kaltim Anderiy Syachrum mengatakan KONI tidak ingin lima cabor tersebut kehilangan kesempatan bertanding. Setelah berkoordinasi dengan Pemprov Kaltim, pengurus kelima cabor menyatakan kesediaan menggelar pertandingan dengan biaya mandiri.
Kebijakan itu membuat KONI Kaltim tetap mengupayakan seluruh 64 cabor bisa bertanding dalam Porprov VIII di Kabupaten Paser. Porprov dijadwalkan berlangsung 14–27 November 2026. Usulan resmi PB Porprov yang diterima KONI Kaltim saat ini memuat 59 cabor.
“Mereka (cabor) tetap ingin mengadakan, ikut serta dalam Porprov itu dengan biaya mandiri,” jelas Anderiy, di Ruang Rapat KONI Kaltim, Selasa (8/9/2026).
Lima cabor yang sebelumnya tidak masuk usulan PB Porprov adalah korfball indoor, ski air, barongsai, petanque dan woodball. Persoalan anggaran menjadi alasan lima cabor tersebut tidak masuk dalam usulan 59 cabor.
Andre, sapaan akrabnya, mengapresiasi keputusan pengurus lima cabor yang tetap memilih bertanding meski harus menanggung biaya sendiri. Menurut dia, pilihan tersebut membuat peluang seluruh cabor yang sebelumnya disepakati tetap terbuka.
“Dan itu kita sebagai KONI sangat mengapresiasi dan alhamdulillah dengan kebesaran hati kawan-kawan, mereka tetap ikut bertanding meskipun dengan biaya sendiri dan itu sangat-sangat luar biasa buat kita,” ujarnya.
Skema mandiri tidak berarti seluruh kebutuhan pertandingan otomatis lepas dari pembiayaan yang sedang diupayakan KONI.
Ia menyebut, kebutuhan venue dan penginapan menjadi tanggungan yang perlu dihitung masing-masing cabor.
Sementara soal lokasi pertandingan lima cabor saat ini juga belum seluruhnya ditentukan. KONI membuka kemungkinan pertandingan digelar di luar Kabupaten Paser, menyesuaikan kesiapan venue. Ski air, misalnya, dipastikan tidak dapat digelar di Paser dan masih akan dicarikan lokasi yang memenuhi kebutuhan pertandingan.
“Nanti kita mungkin sama kawan-kawan menentukan tempatnya itu nanti di mana. Venue yang memang sudah siap,” jelasnya. (**)