Universal Media
Pemerintah Kabupaten Berau
Penyelam Tradisional Temukan Mortir, Pengepul Lapor Polisi

Penyelam Tradisional Temukan Mortir, Pengepul Lapor Polisi

14 Sep 2026 | Peristiwa

SAMARINDA. Kejadian langka terjadi di Samarinda, saat seorang penyelam tradisional yang biasa mencari besi di Sungai Mahakam menemukan mortir.
Penyelam yang awalnya tak mengetahui benda yang ditemukannya, memberikan pada pengepul besi tua di Jalan Cipto Mangunkusumo, Kelurahan Harapan Baru, Kecamatan Loa Janan Ilir, Minggu (13/9/2026) sore.
Benda berbentuk menyerupai proyektil tersebut awalnya dianggap sebagai besi tua biasa. Namun, bentuknya yang tak lazim membuat penyelam dan pekerja di tempat pengepul mulai curiga. Benda itu kemudian diturunkan di lokasi UD 5 Putra.
Karyawan pengepul, Amat (32) mengatakan, material tersebut dibawa sekitar pukul 17.30 Wita oleh seorang penyelam tradisional yang biasa mencari besi tua di dasar Sungai Mahakam.
“Sekitar setengah enam sore dibawa ke sini,” kata Amat.
Menurutnya, benda tersebut bukan hasil transaksi pembelian. Penyelam hanya membawa dan menurunkannya di tempat pengepul bersama material besi tua lainnya. "Di-drop di sini. Bukan status dibeli,” jelasnya.
Kecurigaan muncul setelah benda tersebut diperhatikan lebih saksama. Selain bentuknya berbeda dari besi tua pada umumnya, bobot benda tersebut juga terbilang berat.
“Belum pernah, baru ini. Dan sangat berat,” ungkap Amat.
Temuan tersebut akhirnya dilaporkan kepada kepolisian. Informasi itu kemudian ditindaklanjuti petugas Polresta Samarinda.
Pamapta III Polresta Samarinda, Aiptu Joko Wahyudi mengatakan, pihaknya menerima informasi dari warga sekitar pukul 23.00 Wita dan langsung menuju lokasi. :kami menuju TKP di Harapan Baru, penumpukan besi tua,” ujarnya.
Sesampainya di lokasi, polisi langsung melakukan pengecekan awal. Melihat bentuk benda yang mencurigakan dan diduga berkaitan dengan bahan peledak atau amunisi, petugas tidak mengambil risiko.
Koordinasi dilakukan dengan Tim Gegana Satbrimob Polda Kaltim untuk memastikan benda tersebut dapat diamankan sesuai prosedur.
Tak berselang lama, tim penjinak bahan peledak tiba di lokasi. Benda yang diduga mortir itu kemudian dievakuasi dari tempat pengepul dan dibawa ke Polsek Samarinda Seberang untuk proses serah terima serta pengamanan.
“Tim Gegana datang dan mengevakuasi yang diduga mortir tersebut. Saat ini sudah menuju ke Polsek Samarinda Seberang untuk dilakukan serah terima,” terang Wahyudi.
Berdasarkan keterangan sementara, benda tersebut diduga ditemukan penyelam dari dasar Sungai Mahakam. Lokasi pencarian disebut berada di depan kawasan kantor pos, sekitar 50–70 meter dari bibir sungai.
Kedalamannya pun diperkirakan mencapai 25 meter.
Benda itu kemudian diangkat dari dasar sungai dan dibawa ke daratan sebagaimana material besi tua lainnya. Namun, bentuknya yang tidak biasa membuat benda tersebut urung diproses sebagai barang rongsokan.
Hingga kini, polisi belum memastikan secara final jenis maupun kondisi benda tersebut, termasuk apakah masih aktif atau tidak. Pemeriksaan lebih lanjut diperlukan untuk mengetahui secara pasti asal, jenis, serta tingkat bahayanya.
Wahyudi menambahkan, setelah proses pengamanan dan serah terima, benda tersebut kemungkinan akan dibawa ke bunker khusus di Kota Balikpapan untuk penanganan lebih lanjut.
“Tim Gegana setelah melakukan evakuasi langsung dibawa menuju ke Polsek Samarinda Seberang untuk dilakukan serah terima. Selanjutnya besok kemungkinan akan dievakuasi menuju bunker yang berada di Kota Balikpapan,” pungkasnya. (**)