Polemik Politik, Andrea Pirlo Gagal Jadi Kandidat Pelatih Timnas Italia
MILAN. Andrea Pirlo dipastikan keluar dari bursa calon pelatih anyar Timnas Italia. Mantan gelandang legendaris itu tersingkir akibat polemik politik, terkait kerja sama sponsor dengan perusahaan taruhan asal Rusia, Fonbet.
Keputusan itu membuat Paolo Maldini yang sebelumnya merekomendasikan Pirlo, dikabarkan mempertimbangkan untuk mundur dari jabatannya sebagai direktur teknis yang baru diemban selama 16 hari.
Maldini sebelumnya diberi mandat untuk membenahi skuad Azzurri yang tengah terpuruk. Situasi itu terjadi setelah dua pelatih top dunia, Pep Guardiola dan Carlo Ancelotti lebih dulu menolak tawaran untuk melatih timnas Italia.
Italia terpuruk setelah kalah dari Bosnia dan Herzegovina dalam babak playoff kualifikasi Piala Dunia 2026. Italia yang merupakan juara dunia empat kali, berada di titik terendah setelah gagal lolos di tiga edisi Piala Dunia secara beruntun.
Pirlo sendiri mengonfirmasi pencoretan namanya lewat unggahan di Instagram pada Senin (27/7/2026).
“Demi menghormati lembaga-lembaga federasi dan semua pihak yang terlibat, saya memilih untuk tetap diam hingga saat ini. Namun, setelah mengetahui tadi malam bahwa saya bukan lagi kandidat untuk tim nasional, saya berkewajiban untuk mengklarifikasi beberapa hal,” tulis Pirlo.
Dilansir dari ESPN, kontroversi muncul setelah sejumlah politisi Italia menyoroti kontrak Pirlo sebagai duta Fonbet. Para pejabat menilai posisi pelatih tim nasional tidak seharusnya memiliki keterkaitan dengan pihak yang berseberangan secara politik, khususnya terkait sikap Italia terhadap Ukraina dalam konflik dengan Rusia.
Pirlo pun membantah adanya muatan politik dalam kerja sama itu. Pirlo menjelaskan bahwa kontrak itu berkaitan dengan pekerjaannya di Uni Emirat Arab bersama klub Dubai United dan bersifat murni komersial.
“Memberikan makna politik pada kerja sama itu berarti mengaitkan keyakinan pada diri saya yang tidak pernah saya ungkapkan dan bukan merupakan keyakinan saya,” tegas Pirlo.
Secara teknis, Pirlo memang bukan pilihan utama karena berada di opsi ketiga setelah Carlo Ancelotti dan Pep Guardiola. Namun, Maldini disebut lebih menyukai Pirlo dibanding kandidat lain seperti Roberto Mancini dan Antonio Conte karena dianggap lebih fleksibel dalam menerapkan kebijakan baru dan berani memberi ruang bagi pemain muda.
“Saya ingin mengucapkan terima kasih kepada Maldini dan Leonardo atas penghargaan dan kepercayaan yang telah mereka berikan kepada saya. Saya tahu keahlian mereka, keseriusan mereka, dan kecintaan yang selalu mereka curahkan untuk sepak bola Italia,” lanjut Pirlo.
Pirlo mengungkapkan bahwa kecintaannya terhadap Italia tidak bergantung pada karirnya. “Kecintaan saya kepada Italia tidak bergantung pada pekerjaan. Itu merupakan bagian dari sejarah saya, identitas saya, dan akan selalu bersama saya,” tutup Pirlo.
Sebelumnya, Gennaro Gattuso telah meninggalkan kursi pelatih Italia pada April 2026 setelah kalah dari Bosnia dan Herzegovina. Nama Mancini dan Conte pun kembali mencuat sebagai kandidat kuat.
Keputusan akhir terkait pelatih baru berada di tangan presiden federasi sepak bola Italia, Giovanni Malago yang juga baru terpilih pada Juni 2026.
Mancini pernah membawa Italia menjuarai Euro 2021, tetapi gagal meloloskan tim ke Piala Dunia 2022 sebelum hijrah melatih Arab Saudi. Sementara itu, Conte terakhir menangani Napoli dan memiliki rekam jejak membawa Italia hingga perempat final Euro 2016.
Alternatif lain yang dipertimbangkan ialah Simone Inzaghi yang saat ini melatih di Liga Pro Arab Saudi. Siapapun yang terpilih, sosok itu akan menjadi pelatih keempat Italia dalam kurun waktu empat tahun terakhir.
Italia dijadwalkan kembali bertanding pada September dan Oktober di ajang UEFA Nations League, menghadapi Belgia, Turki dan Prancis. (**)