Relawan ITS dan Kelurahan Bagikan 4.000 Masker ke Pelajar Bengkuring
SAMARINDA. Asap kebakaran lahan yang beberapa kali terjadi di kawasan Belimau dan Betapus, Samarinda Utara, menjadi perhatian. Terlebih, sejumlah sekolah di wilayah Bengkuring, Kelurahan Sempaja Timur, Kecamatan Samarinda Utara, berada cukup dekat dengan lokasi kebakaran.
Kondisi tersebut mendorong Info Taruna Samarinda (ITS) bersama Kelurahan Sempaja Timur dan Bhabinkamtibmas Sempaja Timur turun langsung membagikan masker kepada para pelajar dan guru, Rabu (9/9/2026).
Sebanyak 4.000 masker dibagikan di sejumlah sekolah. Yakni SD 024, SMP 29, SD 018, SD Muhammadiyah dan MTs Darussalam Sempaja.
Ketua Info Taruna Samarinda, Joko Iswanto mengatakan, pembagian masker dilakukan sebagai bentuk kepedulian terhadap para pelajar yang aktivitasnya berada tidak jauh dari sejumlah titik kebakaran lahan.
"Wilayah Bengkuring ini cukup dekat dengan kawasan Belimau dan Betapus yang beberapa kali terjadi kebakaran lahan. Ketika angin membawa asap ke permukiman dan sekolah, tentu anak-anak menjadi salah satu kelompok yang perlu mendapat perlindungan," ujarnya.
Menurut Joko, masker dibagikan tidak hanya kepada siswa, tetapi juga para guru. Harapannya, penggunaan masker dapat menjadi langkah sederhana untuk mengurangi paparan asap dan partikel dari kebakaran lahan.
"Kami membagikan sekitar 4.000 masker. Semuanya untuk siswa dan guru. Ini bentuk kepedulian kami agar kegiatan belajar mengajar tetap berjalan, namun kesehatan warga sekolah juga menjadi perhatian," katanya.
Sementara itu, Lurah Sempaja Timur Yuliani mengapresiasi langkah tersebut. Ia menyebut wilayahnya memang menjadi salah satu kawasan yang turut merasakan dampak ketika terjadi kebakaran lahan di sekitar Belimau dan Betapus.
"Karena lokasi sekolah cukup dekat dengan titik-titik kebakaran lahan, kami tentu mengantisipasi dampak asapnya. Pembagian masker ini sangat membantu, terutama bagi anak-anak sekolah," kata Yuliani.
Ia juga mengimbau masyarakat, khususnya warga yang berada di sekitar kawasan rawan kebakaran lahan, agar tidak melakukan aktivitas yang dapat memicu munculnya api.
"Kalau melihat ada titik api, segera laporkan. Jangan sampai api membesar dan asapnya berdampak ke permukiman maupun sekolah," pungkasnya. (**)