Spot Penyelaman Favorit Terganggu, Kapal Wisata Kandas di Maratua

Spot Penyelaman Favorit Terganggu, Kapal Wisata Kandas di Maratua

22 Jun 2026 | Daerah

MARATUA. Insiden kandasnya kapal di perairan Maratua.
Bukan kejadian biasa, karena posisi kapal dikhawatirkan mengancam keselamatan ekosistem bawah laut yang menjadi aset emas Bumi Batiwakkal.
Kapal wisata jenis Live on Board (LOB) bernama SeiSea tersebut dilaporkan kandas pada Jumat (19/6) lalu, tepat di kawasan Channel Point Tornado Barracuda. Lokasi ini merupakan salah satu spot penyelaman favorit dunia yang terkenal dengan hamparan terumbu karang indah dan keanekaragaman hayati yang tinggi.
Meski kapal tersebut kini berhasil dievakuasi, perhatian publik dan aktivis lingkungan kini tertuju penuh pada potensi kerusakan karang di kawasan konservasi tersebut.
Kepala UPTD Kawasan Konservasi Pesisir dan Pulau-Pulau Kecil Kepulauan Derawan (KKP3K KDPS) Berau, Didik Riyanto, mengonfirmasi bahwa pihaknya telah bergerak cepat dan meneruskan laporan ini ke Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan (PSDKP) Tarakan.
“Kejadiannya hari ini dan sudah kami laporkan ke PSDKP Tarakan karena itu menjadi kewenangan mereka,” ujar Didik.
Kronologi di lapangan menyebutkan, kapal nahas itu sedang mengangkut rombongan wisatawan untuk agenda diving sebelum akhirnya tersangkut. Sejumlah speedboat yang berada di sekitar lokasi langsung bahu-membahu memberikan bantuan hingga kapal berhasil ditarik keluar dari zona dangkal.
Sayangnya, kondisi terumbu karang di bawah lokasi kejadian hingga saat ini belum bisa dipastikan. Tim konservasi telah menjadwalkan pemeriksaan menyeluruh di bawah air dalam waktu dekat.
“Kami akan tindak lanjuti dengan peninjauan lapangan untuk memastikan ada atau tidak dampak terhadap terumbu karang,” tambah Didik.
Peristiwa ini menjadi alarm keras bagi industri pariwisata Berau. Meningkatnya arus wisata bahari di Maratua wajib diimbangi dengan kepatuhan jalur pelayaran yang ketat.
Salah satu pelaku wisata lokal menegaskan bahwa kecelakaan ini tidak boleh dianggap sepele karena karang adalah magnet utama jualan pariwisata Maratua.
“Kalau pengawasannya longgar, yang rusak bukan cuma karang, tapi masa depan pariwisata Maratua juga ikut terancam,” tegasnya.
Jika hasil investigasi lapangan nanti menemukan adanya kerusakan karang, insiden ini dipastikan akan menjadi catatan merah yang serius bagi tata kelola pariwisata dan konservasi di Kepulauan Derawan. (**)