Tuan Rumah Tetapkan 50 Cabor di Porprov, KONI Kaltim Usul Nomor Tanding Dirampingkan

Tuan Rumah Tetapkan 50 Cabor di Porprov, KONI Kaltim Usul Nomor Tanding Dirampingkan

23 Jul 2026 | Olahraga

SAMARINDA. Pertanyaan terkait jumlah cabor yang dipertandingkan di Porprov VIII/2026 akhirnya menemukan jawabannya. Dari hasil rapat virtual Kamis (23/7/2026) yang diikuti KONI Kaltim, Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kaltim dan Panitia Besar (PB) Porprov, disebutkan jumlah cabor dipertandingkan adalah 50.
Plt Kepala Dispora Kaltim, Rasman Rading angkat bicara lebih dulu. Ia menegaskan Pemprov Kaltim menghormati penuh keputusan PB Porprov yang mematok 50 cabor untuk Porprov VIII. Menurutnya, angka itu bukan keputusan asal-asalan, melainkan hasil pertimbangan matang di tengah keterbatasan anggaran yang dirasakan semua pihak.
“Pada prinsipnya kita semua berharap seluruh cabang olahraga bisa dipertandingkan. Namun kita juga harus realistis, karena kondisi anggaran saat ini memang menjadi tantangan bersama,” ujar Rasman.
Meski begitu, pintu diskusi belum ditutup. Rasman membuka ruang bila ada efisiensi nomor pertandingan atau skema pembiayaan lain yang memungkinkan lebih banyak cabor ikut ambil bagian.
Ketua Harian KONI Kaltim Nidya Listiyono menyampaikan sikap organisasi. Ia buru-buru meluruskan, KONI Katim sama sekali tidak mempersoalkan keputusan 50 cabor tersebut. Yang jadi sorotan justru banyaknya nomor pertandingan di sejumlah cabor, yang menurutnya masih bisa dikaji ulang.
“Kami menghormati keputusan PB Porprov. Yang kami usulkan adalah melihat kembali nomor pertandingan yang mungkin terlalu banyak. Kalau ada efisiensi, anggarannya bisa dialihkan untuk mengakomodasi cabang olahraga lain yang belum masuk,” katanya.
Tio – sapaan akrab Nidya Listiyono - juga berharap PB Porprov segera merilis daftar resmi cabor beserta nomor pertandingannya, agar KONI punya pijakan jelas untuk pembinaan dan pengawasan.
Dari kubu tuan rumah, Kepala Bidang Olahraga Disporapar Paser sekaligus perwakilan PB Porprov VIII, Abdi Permana, menjelaskan, terkait keputusan 50 cabor tersebut. Menurutnya, Pemkab Paser harus memutar otak menyeimbangkan kemampuan anggaran dengan jaminan pelayanan terbaik untuk seluruh kontingen yang datang.
“Kami tidak punya ambisi menjadi juara umum. Yang menjadi tanggung jawab kami adalah memastikan seluruh peserta mendapatkan pelayanan terbaik selama Porprov berlangsung,” tegasnya.
Ia pun membeberkan fakta menarik, angka sekitar 910 nomor pertandingan sejatinya masih mengacu pada usulan awal KONI Kaltim sendiri. Perubahan yang dilakukan PB Porprov, katanya, hanya menyentuh beberapa cabor saja. Abdi juga mengusulkan agar pemprov memfasilitasi rapat bersama seluruh pemerintah kabupaten/kota, untuk memastikan setiap daerah benar-benar siap turun di Porprov VIII.
Di penghujung rapat, Ketua Umum KONI Kaltim H Anderiy Syachrum kembali menegaskan posisi organisasinya, tidak ada niat mengintervensi kewenangan PB Porprov.
“Kami tegaskan sekali lagi, kami tidak dalam rangka mengintervensi PB Porprov. Keputusan 50 cabang olahraga kami hormati,” tegasnya.
Namun, KONI Kaltim tetap akan menyodorkan usulan resmi ke PB Porprov, dengan satu prioritas utama, mendahulukan cabor-cabor yang juga dipertandingkan di PON.
Rasionalisasi nomor pertandingan pada cabor yang dinilai “gemuk” pun akan dikaji, agar hasil efisiensinya bisa dialihkan untuk mendongkrak cabor-cabor prioritas menuju PON.
“Kami akan mengecek kembali cabang olahraga yang dipertandingkan di PON tetapi belum masuk dalam daftar Porprov. Kalau ada nomor pertandingan yang bisa dirasionalisasi tanpa menambah anggaran, tentu itu bisa menjadi ruang untuk mengakomodasi cabang olahraga prioritas,” jelas Anderiy.
Ke depan, koordinasi teknis antara KONI Kaltim dan PB Porprov akan digeber lebih intens, agar pembahasan tuntas lebih cepat dan menghasilkan solusi yang adil bagi seluruh cabor yang berlaga di Porprov VIII Paser. (**)