Universal Media
Pemerintah Kabupaten Berau
Wakili Kaltim, Tiga Pemanjat Muda Kutim Bertolak ke Piala Panglima Yogyakarta

Wakili Kaltim, Tiga Pemanjat Muda Kutim Bertolak ke Piala Panglima Yogyakarta

15 Sep 2026 | Olahraga

SANGATTA. Federasi Panjat Tebing Indonesia (FPTI) Kutai Timur (Kutim), mengutus tiga atletnya mewakili Kaltim untuk tampil di Open Tournament Piala Panglima TNI 2026, di Stadion Mandala Krida, Yogyakarta.
Kejuaraan nasional dalam rangka HUT ke-81 TNI tersebut, menjadi ajang krusial bagi FPTI Kutim untuk mengasah mental, menambah jam terbang, serta mengukur peta kekuatan atlet binaannya sebelum melangkah Porprov VIII Paser November mendatang.
Dalam ajang prestisius yang mempertemukan sekitar 670 pemanjat dari seluruh penjuru Indonesia ini, FPTI Kutim mengutus tiga pemanjat muda terbaiknya yang tampil mewakili EBCC Kutai Timur. Mereka adalah Kharis Tessa Valery Sofia yang akan bertanding di nomor Lead & Speed U-15 Putri, Ahmad Fauzaan (Lead & Speed U-15 Putra) serta Nahum Timothy Ebenheizer yang turun di nomor Lead & Speed U-13 Putra.
Para atlet muda ini akan didampingi Novi Cahya Wardhani selaku pelatih tim kelompok umur Kutim.
Ketua Harian FPTI Kutim sekaligus manajer tim untuk Panglima Cup 2026, Ismail, menyampaikan rasa syukurnya atas dukungan dari berbagai pihak dan sponsor yang memungkinkan pemberangkatan para atlet ke Yogyakarta.
"Alhamdulillah, kami mendapatkan dukungan dari sponsor sehingga dapat memberangkatkan para atlet pada ajang nasional ini. Tim ini juga didampingi Novi Cahya Wardhani selaku pelatih tim kelompok umur Kutim," ujar Ismail.
Rombongan tim sendiri sudah bertolak menuju Yogyakarta pada Senin (14/9/2026).
Sementara itu, Ketua FPTI Kutim, Aji Fahriza Hakim menegaskan, dikirimnya atlet ke tingkat nasional ini berfokus pada evaluasi hasil latihan sekaligus pembentukan mental bertanding yang tangguh.
"Harapan kami adalah mengasah mental bagi atlet binaan FPTI Kutim untuk menghadapi Porprov. Sejauh ini persiapan latihan sudah berjalan baik, namun kita perlu melakukan uji tanding nyata bagi atlet," ungkap Aji.
Ia juga menambahkan, bahwa penunjukan atlet yang dikirim dilakukan secara selektif dengan mempertimbangkan skala prioritas evaluasi serta kemampuan anggaran yang ada.
"Meski tidak semua atlet bisa kita kirim pada event-event nasional karena keterbatasan anggaran saat ini, atlet yang kita pilih adalah mereka yang memang dinilai sangat perlu diuji kemampuan hasil latihannya di tingkat nasional," terangnya.
Pihak FPTI Kutim pun memohon doa dan dukungan dari seluruh masyarakat Kaltim, khususnya Kutim agar para atlet cilik ini dapat tampil maksimal, menjaga sportivitas, dan mengharumkan nama daerah di kancah nasional. (**)