Adiba Sanas Pemain Asal Samarinda Masuk Timnas di SingaCup 2026
KUDUS. Kebanggaan luar biasa dirasakan Adiba Sanas Primayuga. Ya, Kapten All-Stars Samarinda asal SDN 002 Kota Samarinda itu terpilih menjadi salah satu pemain Indonesia yang akan tampil di SingaCup 2026, Singapura pada 31 Oktober-7 November mendatang. Padahal Adiba baru pertama kali mengikuti MilkLife Soccer Challenge (MLSC) musim 2025-2026 dan Samarinda hanya menggelar satu seri. Kini ia menjadi satu dari 34 pemain terbaik yang akan mewakili skuat Merah Putih.
Tiket ke Singapura itu lahir dari rangkaian MLSC All-Stars 2026 yang berlangsung di Supersoccer Arena, Kudus, Jawa Tengah, 23 hingga 28 Juni. All-Stars Kudus keluar sebagai juara setelah mengalahkan All-Stars Jakarta 4-3 lewat adu penalti dalam laga final yang berakhir 0-0. All-Stars Surabaya meraih tempat ketiga usai mengalahkan All-Stars Yogyakarta 1-0.
Adiba bermain sebagai bek dan menjadi kapten tim. Meski baru sekali tampil di turnamen ini, performanya cukup menarik perhatian tim talent scouting.
"Saya enggak tahu ya kalau bisa terpilih, tapi yang pasti senang, bahagia, campur aduk, enggak nyangka juga bisa terpilih ke Singapura," kata Adiba.
Adiba yakin timnya mampu bersaing.
"Kita optimis biar bisa juara satu di sana, karena kita juga sudah saling kenal," ucapnya.
Sementara Head Coach MilkLife Soccer Challenge, Jacksen F Tiago menegaskan seleksi tidak semata menilai kemampuan fisik.
"Kita mencari pemain yang punya potensi dari aspek football intelligence. Mereka harus mampu beradaptasi cepat terhadap perubahan pola permainan, bermain efektif, bisa mengatur tempo permainan dan dinamis," ujar Jacksen.
Sebanyak 34 pemain terbaik hasil pantauan tim talent scouting dibagi menjadi dua tim untuk berlaga di SingaCup 2026. Ajang ini merupakan salah satu turnamen sepak bola bergengsi di Asia yang melibatkan talenta muda dari berbagai negara.
Terpisah, Program Director MilkLife Soccer Challenge Teddy Tjahjono menyebut perkembangan musim ini sebagai yang paling positif sejak turnamen bergulir.
"Musim ini kami melihat perkembangan yang sangat positif yang terlihat dari pertandingan berlangsung lebih kompetitif mulai fase grup hingga final, kualitas permainan, semangat dan mental mereka meningkat, kemampuan antar peserta pun kian berimbang," kata Teddy.
Musim depan, MilkLife Soccer Challenge berekspansi dengan menambah tiga kota penyelenggara: Jayapura, Garut, serta Jakarta yang dibagi dua regional, Jakarta Timur dan Jakarta Utara.
Ketua Umum PSSI Erick Thohir mengaitkan turnamen ini dengan peta jalan jangka panjang federasi.
"PSSI telah menyiapkan blueprint 10 tahun menuju Piala Dunia Wanita 2035. Sekarang, kita tidak lagi hanya bicara rencana, tapi sudah bergerak dengan aksi nyata melalui program dan kompetisi seperti MilkLife Soccer Challenge," ujar Erick.
Business Unit Head Dairy PT Global Dairi Alami, Didiet Fadriana Abdulkadir, menyebut turnamen ini sebagai bukti nyata bahwa investasi pembinaan sepak bola putri usia dini mulai berbuah.
"Teknik mereka makin matang, mental bertandingnya semakin tangguh, dan sportivitas mereka patut diteladani," ungkapnya. Ia menambahkan pesan untuk para pemain terpilih.
"Teruslah berlatih, jangan pernah berhenti bermimpi, dan selalu bawa semangat #BeraniCetakGol ke mana pun kalian melangkah," imbuh Didiet. (**)