Afkot Samarinda Pertanyakan Perubahan Regulasi Hasil BK Porprov
SAMARINDA. Jelang pelaksanaan Porprov VIiI 2026 di Paser November mendatang, persoalan hasil Babak Kualifikasi (BK) mencuat. Ya, BK Porprov cabor futsal ternyata mengalami perubahan soal jumlah peserta dan regulasi umur atlet yang bertanding.
Persoalam ini pun langsung disampaikan kepada KONI Kaltim, kemarin (2/7/2026). Asosiasi Futsal Kota (Afkot) Samarinda Ketua Afkot capt M. Ridha .SH , M.Hum M.Mar melalui sekretarisnya Rio Dedi Armanto Azis.S.Pd , Wakil Ketua Rusdiansyah Gudel dan Komisi Wasit Alimuddin, menyampaikan perubahan hasil BK tersebut ke KONI Kaltim yang diterima Wakil Ketua II, Dandri Dauri, Wakil Ketua Bidang Organisasi Azhari Abubakar serta Kabid Binores, Rudiansyah Keke.
Dalam pemaparannya, Afkot Samarinda menyatakan perubahan jumlah peserta dianggap melanggar regulasi yang sudah disepakati sebelum BK berlangsung.
"Jadi dari hasil BK Porprov cabor futsal, Kukar dan Kutim tidak lolos ke Porprov. Namun saat Kongres Biasa PSSI Kaltim beberapa waktu lalu, Kutim dinyatakan lolos dengan alasan sebagai juara bertahan," terang afkot Samarinda
Hal ini ujar Rio sama sekali tak ada dalam kesepakatan awal sebelum BK akan dijalankan. Itulah sebabnya Afkot Samarinda mempertanyakan soal diikutsertakannya daerah yang jelas-jelas tak lolos BK.
"Yang kami pahami, wild card untuk Porprov hanya diberikan kepada tuan rumah. Kalau pun juara bertahan dapat wild card, harusnya disepakati bersama saat technical meeting BK Porprov cabor futsal ini, " jelas Rio.
Regulasi lain yang berubah saat kongres adalah soal usia atlet. Awalnya disepakati pemain yang bertanding adalah kelahiran 2007. Namun di kongres ada perubahan menjadin2009. Hal ini juga jadi pertanyaan Afkot Samarinda.
Sementara Dandri Dauri mengaku akan menbahas masalah ini bersama Binpres KONI Kaltim. Sebab perubahan tersebut ujar Dandri sudah jelas melanggar.
"Kita harus berpatokan dari hasil BK dan itu tak bisa diubah bagaimana pun bentuknya, " tegasnya.
Terpisah, Rudiansyah Keke menyatakan akan berkoordinasi dengan Techincal Delegate (TD) Porprov untuk cabor futsal berkaitan hal ini.
"Kami akan segera berkoordinasi dan memanggil TD futsal di Porprov, untuk menanyakan perubahan setelah hasil BK tersebut," kata Keke singkat. (**)