Butuh Dana Besar untuk Menerangi Jalan Utama Samarinda, Dishub Sebut hingga Rp 10 Miliar
SAMARINDA. Beberapa ruas jalan di Kota Samarinda dalam beberapa waktu terakhir gelap gulita. Padahal jalan-jalan tersebut berada di tengah kota. namun Dishub Samarinda sudah memetakan kebutuhan anggarannya, yakni sekitar Rp 10 miliar untuk melakukan peremajaan lampu penerangan jalan umum (LPJU). Jalan Pahlawan, Dr. Sutomo, hingga S. Parman masuk dalam daftar prioritas, tetapi pekerjaan belum bisa dimulai lantaran belum tersedia anggaran.
Untuk kawasan Palaran, Dishub juga menyiapkan kebutuhan anggaran sekitar Rp 900 juta yang difokuskan pada pemasangan lampu di jalur utama.
Kepala Dishub Samarinda, Hotmarulitua Manalu, mengatakan kebutuhan anggaran terbesar berada pada ruas-ruas jalan protokol yang memerlukan pembaruan sistem penerangan.
"Yang seperti Jalan Pahlawan, Sutomo, sama S. Parman itu kurang lebih sekitar Rp 10 miliar," ujarnya.
Pemetaan anggaran sudah rampung, tetapi realisasinya memang masih menunggu kemampuan fiskal daerah.
"Belum. Anggarannya belum ada," katanya saat ditanya mengenai rencana perbaikan LPJU di Jalan Pahlawan.
Dishub masih membuka peluang pekerjaan itu masuk melalui APBD Perubahan, apabila kemampuan keuangan daerah memungkinkan.
"Kalau tersedia anggaran kita usahakan di Perubahan. Kalau sekarang belum ada," ucapnya.
Anggaran yang disiapkan tidak hanya untuk mengganti lampu, tetapi juga memperbarui komponen pendukungnya.
Sementara itu, proyek LPJU di kawasan Mahakam Dua mulai bergerak. Pekerjaan telah memasuki tahap perencanaan lelang dan akan langsung dilaksanakan setelah pemenang tender ditetapkan.
Ia menekankan proses pengadaannya terus berjalan.
"Masih proses lelang. Kalau lelang sudah ada pemenang tender, sudah bisa langsung dikerjakan," jelasnya.
Berbeda dengan ruas-ruas protokol yang masih menunggu kepastian anggaran, kebutuhan penerangan di kawasan Palaran juga telah dipetakan dengan estimasi mencapai Rp 900 juta.
"Kurang lebih Rp900 juta. Itu hanya untuk lampu-lampu utama saja. Tiang lampu tematiknya tidak ada," katanya.
Rencana peremajaan LPJU ini sejalan dengan evaluasi terhadap kondisi penerangan jalan di sejumlah ruas protokol Samarinda, mengingat masih banyak LPJU menggunakan konstruksi lama.
Perbaikan selama ini lebih banyak sebatas penggantian lampu, sementara tiang serta jaringan bawah tanah belum diperbarui menyeluruh.
Soal LPJU ini juga sempat diperparah aksi pencurian kabel yang terjadi di sejumlah ruas utama kota, seperti Jalan Pahlawan, Dr. Sutomo, S. Parman, Letjen Suprapto, hingga Basuki Rahmat. (**)