Cari Ikan dengan Menombak, Nelayan Malah Diterkam Buaya
BONTANG. Perairan dangkal di kawasan laut Bontang selama ini menjadi favorit para nelayan untuk mencari ikan. Namun di kawasan tersebut juga ada predator berbahaya, yakni buaya.
Jika tak waspada, buaya bisa saja menerkam nelayan yang sedang mencari nafkah di sana. Seperti dialami Jusril (22), seorang nelayan di Kota Bontang. Pemuda ini mengalami luka parah akibat diterkam buaya saat mencari ikan di perairan Kerindingan, Kelurahan Tanjung Laut Indah, Kecamatan Bontang Selatan. Peristiwa itu terjadi Kamis (23/7/2026) sekitar pukul 21.00 Wita. Beruntung dalam peristiwa tersebut nyawa Jusril berhasil selamat, setelah ia melakukan perlawanan hingga predator ganas itu melepaskan gigitannya.
Peristiwa mencekam itu bermula saat Jusril pergi melaut bersama dua rekannya, Iyan dan Rudi. Tiba di lokasi kejadian, Jusril kemudian turun ke laut untuk mencari ikan menggunakan metode menyuluh atau menombak ikan di perairan dangkal dengan ketinggian air di bawah pusar. Tanpa disadari Jusril, seekor buaya tiba-tiba muncul dari arah samping dan mencoba menerkam serta mengejarnya.
Melihat bahaya mengintai, Jusril sempat berupaya menyelamatkan diri menuju area yang lebih aman.
"Sebenarnya korban saat itu sempat menghindar dengan cara berenang ke area perairan yang lebih dangkal," ujar Kapolres Bontang AKBP Anak Agung Gede Wibowo Sitepu, melalui Kasat Polairud Bontang, AKP Fahrudi kepada media ini, Sabtu (25/7/2026) malam.
Namun nahas saat Jusril berupaya memanjat untuk naik ke atas perahu, buaya tersebut langsung menyambar dan menggigit tubuhnya. Cengkeraman gigitan buaya tersebut mengakibatkan luka robek serius pada bagian dada sebelah kiri, pundak, hingga punggung Jusril. Di tengah kepungan maut dan rasa sakit yang luar biasa, Jusril memberanikan diri melakukan perlawanan sekuat tenaga hingga akhirnya sang buaya melepaskan gigitannya.
Melihat Jusril terlepas dari gigitan reptil tersebut, Iyan dan Rudi segera bertindak cepat menarik Jusril ke atas perahu.
"Jadi rekan korban kemudian memberikan pertolongan dan segera melarikannya ke Pelabuhan Berbas Pantai," terang Fahrudi.
Setibanya di darat, Jusril langsung dilarikan ke Rumah Sakit Amalia. Namun lantaran luka gigitan yang dideritanya cukup parah, Jusril kemudian dirujuk ke RS PKT Kota Bontang untuk menjalani tindakan operasi medis.
Guna mengantisipasi kejadian serupa terulang kembali, Satpolairud Polres Bontang mengimbau seluruh masyarakat dan nelayan untuk senantiasa meningkatkan kewaspadaan saat beraktivitas di wilayah perairan yang menjadi habitat buaya.
"Untuk selanjutnya, kami berkoordinasi dengan pihak BKSDA dan instansi terkait agar kejadian serupa tak terulang. Termasuk melakukan patroli rutin di titik rawan habitat buaya. Warga juga kami imbau lebih waspada saat beraktivitas di daerah perairan," tandas Fahrudi. (**)