Dikeroyok di Depan Anak dan Istri, Gara-gara Tegur Mobil Ngebut

Dikeroyok di Depan Anak dan Istri, Gara-gara Tegur Mobil Ngebut

13 Jul 2026 | Kriminalitas

SAMARINDA. Terjadinya perselisihan di jalan raya kerap adalah hal biasa. Namun emosi sesaat yang timbul, tak jarang membuat perselisihan dan berujung pada pemukulan.
Dan perselisihan berujung pengeroyokan terjadi pada Minggu (12/7/2026) sore di Jalan Anggur, Kelurahan Sidodadi, Kecamatan Samarinda Ulu.
Satya (31) adalah korbannya. Satya menceritakan, peristiwa bermula saat dirinya mengendarai sepeda motor bersama istri dan anaknya sekitar pukul 18.00 Wita. Ketika hendak memasuki Jalan Anggur dari sebuah persimpangan, sebuah mobil disebut melaju dengan kecepatan tinggi hingga nyaris menyerempet kendaraan yang ditumpanginya.
Merasa keselamatan keluarganya terancam, Satya mengaku hanya menegur pengemudi mobil agar lebih berhati-hati saat berkendara.
"Saya hanya mengingatkan supaya hati-hati karena hampir menyerempet kami. Saat itu saya sedang membawa istri dan anak," ujarnya.
Namun, teguran tersebut diduga memicu emosi para penumpang mobil. Menurut pengakuan korban, sekitar lima orang turun dari kendaraan dan langsung menghampirinya.
Tanpa didahului percakapan panjang, korban mengaku dipukul secara bersama-sama oleh para pria tersebut. Peristiwa itu berlangsung di pinggir jalan dan sempat mengundang perhatian warga yang berada di sekitar lokasi.
Aksi dugaan pengeroyokan itu bahkan sempat direkam menggunakan telepon genggam oleh salah seorang warga. Dalam video yang kemudian viral di media sosial, terlihat beberapa orang mengerumuni korban di tepi jalan, sementara sejumlah warga lainnya berusaha melerai agar keributan tidak semakin meluas.
Usai kejadian, Satya memilih mendatangi Polsek Samarinda Ulu untuk membuat laporan resmi agar peristiwa yang dialaminya diproses sesuai ketentuan hukum.
Kapolsekta Samarinda Ulu AKP Asriadi membenarkan pihaknya telah menerima laporan dugaan pengeroyokan tersebut. Saat ini penyidik masih melakukan penyelidikan dengan mengumpulkan keterangan dari korban, saksi-saksi, serta alat bukti lainnya, termasuk video yang beredar di media sosial.
"Untuk kejadian malam ini, laporannya sudah kami terima di Polsek Samarinda Ulu. Selanjutnya akan kami tindak lanjuti sesuai proses yang berlaku," katanya.
Menurut Asriadi, polisi akan mengidentifikasi seluruh pihak yang diduga terlibat sebelum mengambil langkah hukum lebih lanjut. Pihaknya berharap masyarakat mempercayakan penanganan perkara ini kepada kepolisian.
"Penyidik akan bekerja secara profesional dengan mengumpulkan alat bukti dan memeriksa para saksi untuk mengungkap secara utuh kronologi kejadian," pungkasnya. (**)