Dua Pemuda Ditikam, Dipicu Tantangan Balap Liar di Instagram
SAMARINDA. Tak salah jika warga Samarinda kerap meminta pihak kepolisian mengamankan aksi balap liar. Sebab selain membayakan pengguna jalan lain, aksi mereka juga membuat waktu istirahat sebagian warga terganggu.
Terbaru, aksi balap liar justru berakhir dengan penikaman.
Kasus berdarah itu dipicu saling tantang balap liar melalui media sosial Instagram. Akibatnya dua remaja bersimbah darah di Jalan Sirad Salman, Kelurahan Sidodadi, Kecamatan Samarinda Ulu, Selasa (14/7/2026) dini hari.
Informasi yang dihimpun, kedua kelompok remaja awalnya terlibat adu tantangan balapan melalui Instagram. Tantangan itu kemudian berlanjut dengan kesepakatan untuk bertemu di kawasan Jalan Sirad Salman, sekitar pukul 01.20 Wita.
Namun, pertemuan yang diduga semula untuk menyelesaikan persoalan justru berubah menjadi aksi kekerasan. Dua remaja menjadi korban penusukan, sementara para pelaku melarikan diri usai kejadian.
Eddy (33), warga yang mengetahui informasi tersebut mengatakan, kabar mengenai tantangan balap liar sudah beredar sebelum insiden berdarah itu terjadi.
"Informasinya mereka saling tantang di Instagram untuk balapan. Tantangannya dilayani, terus janjian ketemu. Enggak tahu bagaimana, tiba-tiba ada penikaman di depan pencucian motor," ujarnya.
Menurut Eddy, salah seorang korban sempat berlari ke arah sebuah warung internet (warnet) untuk meminta pertolongan. Bekas darah korban masih terlihat di sekitar lokasi.
"Di depan tempat game itu juga ada darah. Teman saya kebetulan lewat melihat ada penikaman, lalu langsung menghubungi saya," katanya.
Sementara itu, Udin (31) warga lainnya mengungkapkan, informasi yang diterimanya menyebut kedua kelompok sempat berniat menyelesaikan persoalan secara baik-baik. Namun setibanya di lokasi, korban justru diduga langsung diserang.
"Katanya mereka mau ketemu untuk bicara baik-baik. Tapi begitu sampai di pencucian motor, korban langsung dipukul. Informasinya pelakunya sekitar enam orang, habis itu langsung kabur," ungkapnya.
Akibat kejadian tersebut, dua korban mengalami luka akibat senjata tajam. Seorang korban menderita luka sayatan pada bagian tangan, sedangkan korban lainnya mengalami luka tusuk di bagian pinggang belakang.
Korban yang mengalami luka tusuk masih sempat berlari menuju depan warnet untuk meminta bantuan warga. Rekan-rekannya kemudian mencari pertolongan ke arah Jalan Wijaya Kusuma.
Udin juga mengaku mendengar informasi bahwa pelaku diduga membawa pisau dapur dan senjata tajam lainnya. Namun, informasi itu masih sebatas keterangan warga dan belum dipastikan oleh kepolisian.
Hingga saat ini aparat kepolisian masih melakukan penyelidikan dengan mengumpulkan keterangan saksi dan memburu para pelaku. Polisi juga mendalami dugaan bahwa aksi penusukan tersebut dipicu perselisihan yang berawal dari saling tantang balap liar melalui media sosial. Sementara dua korban dilarikan kerumah sakit untuk mendapat perawatan. (**)