IBCA MMA Ditarget Tinggi untuk Topang Ambisi Kaltim
SAMARINDA. Pengurus baru Indonesia Beladiri Campuran Amatir Mixed Martial Arts (IBCA MMA) Kaltim, langsung dibebani target tinggi. Belum lama resmi menjadi anggota KONI, cabor ini diminta menjadi salah satu tulang punggung Kaltim dalam Pekan Olahraga Bela Diri (POBD) yang akan digelar di Manado.
Target yang dipasang tidak tanggung-tanggung. Dari 18 nomor pertandingan yang akan diperebutkan, Wakil Ketua Umum II KONI Kaltim Dandri Dauri berharap IBCA MMA mampu menyumbang lebih dari separuh medali emas sebagai syarat untuk membawa Kaltim menjadi juara umum.
Kehadiran KONI Kaltim dalam forum tersebut, kata dia, menjadi bentuk dukungan terhadap percepatan konsolidasi organisasi setelah IBCA MMA resmi disahkan sebagai cabang olahraga anggota KONI.
"Walaupun kita tahu IBCA MMA baru saja disahkan dalam musprov. Saya berharap melalui musprovlub ini akan lahir prestasi besar," katanya, usai menghadiri Musprovlub IBCA MMA Kaltim, Rabu (22/7/2026) sore.
Dandri mengakui pelaksanaan Musprovlub berlangsung dalam waktu yang singkat. Hanya saja, ia optimistis kepengurusan yang terpilih mampu bergerak cepat menyiapkan atlet menghadapi agenda nasional terdekat, yakni POBD di Manado.
Ajang tersebut menjadi kesempatan pertama bagi IBCA MMA membuktikan kapasitasnya sebagai cabang olahraga prestasi di bawah naungan KONI.
"Agenda terdepan adalah POBD di Manado. Ketua dan pengurus yang baru pasti harus bergerak cepat menyesuaikan. KONI Kaltim punya target menjadi warna pembeda pada ajang itu," tuturnya.
Dandri menegaskan target juara umum bukan sekadar slogan. Ia berharap IBCA MMA mampu memetakan peluang dari seluruh kelas yang dipertandingkan agar pembinaan benar-benar diarahkan pada nomor yang berpotensi menghasilkan medali.
"Harapan saya, dari 18 nomor tanding paling tidak separuh lebih bisa kita menangkan kalau ingin menjadi juara umum. Ini tantangan bagi pengurus yang baru," bebernya.
Ia mengingatkan target tersebut sejalan dengan komitmen yang dibangun antara Pemprov Kaltim dan KONI Kaltim sejak pelantikan pengurus.
"Kalau dari unsur KONI pasti punya target. Saat pelantikan sudah jelas, PON NTB–NTT kita ditarget masuk tiga besar. Ini memang bukan pekerjaan mudah, tetapi kesempatan membuktikannya sudah ada, yaitu melalui POBD," paparnya.
Dandri menilai keberhasilan mengejar target tidak bisa dibebankan kepada pengurus cabang olahraga semata. Dukungan KONI dan pemerintah daerah juga harus berjalan seiring.
"Apa yang diperlukan teman-teman IBCA MMA harus kita dukung. KONI bekerja untuk itu, Pemprov juga harus ikut terlibat," katanya.
Ia menjelaskan POBD menjadi bagian dari format baru penyelenggaraan PON yang kini dibagi ke dalam empat kategori, yakni PON Bela Diri, PON Pantai, PON Indoor, dan PON Remaja.
Format tersebut, katanya, membuka peluang lebih besar bagi cabang olahraga untuk meraih prestasi nasional.
"Kesempatan ini harus disyukuri oleh IBCA MMA karena langsung bertemu dengan momentum yang tepat. Tinggal siap atau tidaknya teman-teman mempersiapkan diri secara maksimal," ujarnya.
KONI Kaltim juga menyiapkan pola pembinaan berbasis target medali. Setelah IBCA MMA memetakan nomor-nomor unggulan, bidang pembinaan prestasi (Binpres) KONI akan mengarahkan program latihan secara lebih terfokus.
"Silakan dibedah dulu 18 kelas itu. Di nomor mana yang menjadi fokus. Kalau sudah ada rumusannya, kami melalui Bimpres akan mengarahkan pembinaan agar fokus pada medali yang dituju," jelas Dandri.
Selain menghadapi POBD, IBCA MMA juga diproyeksikan tampil pada Porprov Kaltim. Dandri berharap cabor tersebut tetap masuk dalam daftar pertandingan, mengingat beredar informasi adanya evaluasi terhadap sejumlah cabang olahraga.
"Kalau tidak ada halangan, IBCA MMA juga akan dipertandingkan di Porprov. Mudah-mudahan tidak termasuk cabor yang dikurangi. Saya dengar ada sekitar 14 cabang olahraga yang sedang dievaluasi. Setelah ini saya akan berkoordinasi dengan Dispora," tandasnya. (**)