Jelang Piala Dunia, Sembilan Orang Terluka Akibat Penambakan di Dekat Markas Timnas Inggris

Jelang Piala Dunia, Sembilan Orang Terluka Akibat Penambakan di Dekat Markas Timnas Inggris

08 Jun 2026 | Olahraga

KANSAS. Keamanan selama pelaksanaan Piala Dunia 2026 mulai dipertanyakan. Ini setelah sembilan orang mengalami luka-luka akibat insiden penembakan di dekat markas Timnas Inggris untuk Piala Dunia 2026 di Kansas City, Missouri, Amerika Serikat (AS). Peristiwa itu terjadi hanya beberapa kilometer dari lokasi markas skuad The Three Lions selama turnamen berlangsung.
Penembakan dilaporkan terjadi pada Sabtu dini hari sekitar pukul 04.00 waktu setempat di kawasan Troost Avenue. Lokasi kejadian berjarak kurang dari lima mil atau sekitar 10 menit perjalanan dari pusat latihan Timnas Inggris, yang akan digunakan selama Piala Dunia 2026.
Kepolisian Kansas City segera merespons laporan adanya suara tembakan. Saat petugas tiba di lokasi, mereka menemukan kerumunan besar yang mulai membubarkan diri. Kapten Kepolisian Kansas City Jake Becchina mengatakan, tiga perempuan dewasa ditemukan mengalami luka-luka dan langsung dilarikan ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan.
“Petugas dikerahkan setelah menerima laporan adanya suara tembakan. Saat tiba di lokasi, mereka mendapati kerumunan besar yang sedang membubarkan diri,” kata Becchina kepada The Athletic.
Perkembangan terbaru menunjukkan jumlah korban bertambah menjadi sembilan orang dewasa. Seluruh korban dilaporkan mengalami luka yang tidak mengancam jiwa dan telah mendapatkan penanganan medis di sejumlah rumah sakit setempat.
Hingga kini belum ada tersangka yang ditangkap. Polisi masih melakukan penyelidikan dan meningkatkan patroli di sekitar lokasi kejadian guna menjaga keamanan kawasan tersebut.
Insiden ini terjadi hanya beberapa hari sebelum Timnas Inggris tiba di Kansas City, untuk menjalani fase grup Piala Dunia 2026. Saat ini para pemain dan staf pelatih Inggris masih berada di Palm Beach, Florida, untuk menyelesaikan persiapan akhir menjelang turnamen.
Pada Sabtu lalu, mereka sukses mengalahkan Selandia Baru dengan skor 1-0 dalam laga pemanasan di Tampa. Timnas Inggris dijadwalkan menghadapi Kosta Rika dalam pertandingan uji coba berikutnya di Stadion Inter&Co, Orlando, pada Rabu (10/6). Setelah itu mereka akan terbang ke Kansas City pada 13 Juni dan menetap di kota tersebut selama berlangsungnya turnamen.
Di Kansas City, Timnas Inggris akan berlatih di Swope Soccer Village, fasilitas milik tim cadangan dan akademi Sporting Kansas City yang terletak di bagian tenggara kota.
Penembakan ini menambah perhatian terhadap aspek keamanan menjelang bergulirnya Piala Dunia 2026. Kansas City merupakan salah satu kota tuan rumah yang diperkirakan akan menerima lonjakan besar wisatawan selama turnamen berlangsung.
Kota tersebut diproyeksikan kedatangan sekitar 650.000 pengunjung sepanjang Piala Dunia, angka yang dinilai cukup besar dan berpotensi menimbulkan tantangan keamanan tersendiri. Sebagai langkah antisipasi, Dewan Komisioner Kepolisian Kansas City pada Kamis lalu menyetujui penerimaan hibah federal senilai 17 juta dolar AS untuk mendukung pengamanan dan keselamatan selama Piala Dunia.
“Kami tahu pendanaan itu dibutuhkan, sehingga kami terus melanjutkan perencanaan,” ujar Wakil Kepala Kepolisian Kansas City Derek McCollum.
“Kami memperkirakan pada akhirnya sumber pendanaan tersebut akan tersedia,” tambah dia.
Selain Inggris, dua tim besar lainnya yakni Argentina dan Belanda juga menjadikan Kansas City sebagai basis selama Piala Dunia 2026. Argentina selaku juara bertahan akan menggunakan fasilitas latihan utama Sporting Kansas City, sementara Belanda berlatih di kompleks milik klub NWSL, Kansas City Current.
Meski insiden penembakan terjadi tidak jauh dari area yang akan digunakan sejumlah tim peserta Piala Dunia, hingga saat ini belum ada indikasi bahwa kejadian tersebut berkaitan dengan turnamen sepak bola terbesar di dunia tersebut.
Federasi Sepak Bola Inggris (FA) juga belum memberikan tanggapan resmi terkait insiden tersebut. Juru bicara FA menolak berkomentar ketika dihubungi The Athletic.
Penyelidikan masih berlangsung, sementara aparat keamanan terus meningkatkan pengawasan menjelang kedatangan ribuan suporter dan peserta Piala Dunia ke Kansas City. (**)