Kamp Latihan Timnas Jerman Tak Aman, Ada Ular Berbisa Ditemukan
TORONTO. Persiapan Jerman jelang laga kedua di Piala Dunia 2026 mengalami masalah.
Kapten Timnas Jerman, Joshua Kimmich, mengungkapkan bahwa timnya dibuat ketar-ketir dalam menjalani persiapan menghadapi Pantai Gading di Grup E. Pasalnya, terdapat ular berbisa di sekitar kamp pelatihan yang membuat skuad berjuluk Der Panzer itu merasa khawatir dan harus lebih berhati-hati selama beraktivitas.
Jerman memulai kampanye mereka di Piala Dunia 2026 dengan manis. Der Panzer menang telak atas Curacao dengan skor 7-1 di matchday pertama Grup E pada Senin (15/6/2026) lalu.
Kini, fokus tim polesan Julian Nagelsmann itu beralih pada laga kedua Grup E melawan Pantai Gading. Sesuai jadwal, pertandingan tersebut akan digelar di Toronto Stadium, Kanada, Minggu (21/6/2026).
Akan tetapi, Jerman dihadapi ancaman berbahaya dalam persiapannya melawan Pantai Gading. Kimmich dan kawan-kawan melihat adanya seekor ular di kamp pelatihan skuad Der Panzer yang berada di Winston Salem, Carolina Utara.
Diketahui, daerah tersebut memang dihuni reptil ular berjenis copperhead yang menjadi penyusup ke markas Jerman. Ular tersebut dikenal memiliki bisa, yang tentunya menjadi ancaman nyata bagi para pemain Jerman.
Kimmich menyebut penampakan ular berbisa di kamp pelatihan membuat para pemain Jerman khawatir karena takut terkena gigitannya. Pemain Bayern Munchen itu pun membandingkan dengan negaranya yang diklaim jauh dari hewan berbahaya.
“Kami melihat seekor ular kemarin dan diberi tahu bahwa ular itu berbisa. Jika tergigit, Anda harus pergi ke rumah sakit. Saya rasa Anda tidak akan meninggal, tetapi itu jelas berbahaya. Saya merasa jika menginjak ular seperti itu, akibatnya bisa buruk,” kata Kimmich, dilansir dari BBC, Rabu (17/6/2026).
“Itulah mengapa kami berusaha menjaga jarak dari hewan-hewan di sini. Saya menghormati orang-orang yang tinggal di sini. Di Jerman, saya merasa tidak ada begitu banyak hewan berbahaya,” sambungnya.
Kimmich menyampaikan bahwa kehadiran ular berbisa tersebut akan berdampak pada persiapan Jerman. Sebab, sekarang para pemain harus lebih ekstra waspada dalam menjalani aktivitas.
“Begitu Anda mengetahui jenis ularnya dan apa yang bisa terjadi jika tergigit, hal itu langsung tidak terasa lucu lagi,” terang Kimmich.
“Kami datang ke sini untuk mempersiapkan diri menghadapi turnamen sepak bola terbesar di dunia, tetapi tiba-tiba para pemain harus memperhatikan tanah sebelum setiap langkah yang mereka ambil,” tutupnya.
Jerman bukan satu-satunya tim yang harus menghadapi teror ular berbisa selama berada di Amerika Serikat. Swiss yang bermarkas di Carmel Valley, San Diego, juga mendapat ancaman yang sama dan telah memasang papan peringatan di sekitar lapangan latihan.
Kemudian Norwegia yang bermukim di Greensboro, Carolina Utara, juga mendapat imbauan untuk menjauh dari area berumput tinggi. Bahkan skuad Austria mengambil langkah ekstrem dengan melarang para pemainnya bersepeda selama berada di Santa Barbara guna meminimalkan risiko gigitan ular berbisa. (**)