Tragis, Pekerja Tambang Tewas setelah Masuk Mesin Pengolah Batu Bara
SAMARINDA. Kecelakaan kerja mengerikan terjadi di Samarinda. Seorang pekerja bernama Muhammad Aidil (35), warga Jalan Mangkurawangl tewas saat bekerja di kawasan PT MNC yang berada di Jalan Poros Samarinda–Sanga Sanga, Kecamatan Palaran, Rabu (17/6) malam.
Peristiwa tragis tersebut terjadi sekitar pukul 22.46 Wita sebagaimana terekam kamera pengawas (CCTV) perusahaan.
Sebelum kejadian, mesin coal crusher yang digunakan untuk proses pengolahan batu bara dilaporkan mengalami gangguan operasional. Gangguan tersebut diduga disebabkan adanya bongkahan batu bara berukuran besar yang tersangkut di dalam mesin sehingga menghambat proses kerja alat tersebut.
Korban kemudian bermaksud melakukan perbaikan dan penanganan terhadap gangguan pada mesin. Namun saat proses perbaikan berlangsung, korban diduga terjatuh ke dalam bagian mesin penghancur tersebut. Akibat kejadian itu, korban mengalami luka fatal dan meninggal dunia di lokasi kejadian.
Berdasarkan informasi yang dihimpun dari lokasi kejadian, insiden tersebut terjadi ketika korban sedang menjalankan tugasnya untuk mengatasi gangguan pada alat produksi. Namun, hingga kini belum diketahui secara pasti bagaimana korban dapat terjatuh ke dalam mesin tersebut.
Petugas kepolisian yang menerima laporan langsung mendatangi lokasi untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) serta mengumpulkan sejumlah keterangan guna mengetahui penyebab pasti kecelakaan kerja tersebut.
Kapolsekta Palaran AKP Wawan Gunawan membenarkan adanya peristiwa kecelakaan kerja yang menyebabkan seorang pekerja meninggal dunia tersebut. Menurutnya, setelah menerima laporan, personel Polsekta Palaran langsung menuju lokasi untuk melakukan pengecekan, mengamankan area kejadian, serta meminta keterangan awal dari sejumlah pihak yang berada di lokasi.
“Benar, kami menerima laporan adanya kecelakaan kerja yang mengakibatkan seorang pekerja meninggal dunia di lokasi. Anggota langsung mendatangi TKP untuk melakukan penanganan awal, mengumpulkan informasi serta berkoordinasi dengan pihak perusahaan,” ujarnya.
Wawan menjelaskan, berdasarkan informasi sementara yang diperoleh petugas, korban saat itu sedang melakukan penanganan terhadap mesin yang mengalami gangguan operasional akibat adanya batu bara yang tersangkut. Namun, pihak kepolisian masih mendalami kronologi lengkap kejadian tersebut untuk memastikan penyebab pasti kecelakaan.
“Untuk proses penyelidikan lebih lanjut saat ini ditangani oleh Unit Reskrim Polresta Samarinda. Kami masih menunggu hasil pendalaman, termasuk pemeriksaan saksi-saksi dan evaluasi terhadap prosedur kerja yang berlaku di lokasi kejadian,” tambahnya. (**)