Kerap Ditertibkan, Parkir Truk Liar Masih Terjadi, Bikin Warga dan Pengguna Jalan Resah
SAMARINDA. Seolah tak pernah mau ikut aturan, aktivitas parkir kendaraan besar di seputaran Kelurahan Loa Buah, Kecamatan Sungai Kunjang, kian meresahkan warga dan pengguna jalan. Kendaraan jenis truk hingga trailer bermuatan kontainer bebas "nangkring" di badan jalan pendekat Jembatan Mahakam Ulu (Mahulu).
Kondisi ini memicu kekhawatiran karena sewaktu-waktu bisa memicu kecelakaan lalu lintas. Padahal, kawasan tersebut merupakan salah satu "etalase" Kota Samarinda yang menjadi pandangan pertama saat pengendara memasuki Kota Tepian via Jembatan Mahulu.
Pantauan media ini di lapangan, parkir truk berukuran jumbo masih kerap memadati area jalan pendekat menuju mulut jembatan. Salah seorang sopir truk yang enggan disebutkan namanya mengaku, sengaja memarkir kendaraan di kawasan tersebut hanya untuk melepas lelah sementara waktu sebelum melanjutkan perjalanan ke daerah tujuan.
"Di sini banyak yang parkir, jadi ikut numpang sebentar. Soalnya mau ke Palaran," tutur sopir truk tersebut singkat saat ditemui awak media.
Masih maraknya truk yang parkir sembarangan di jalur tersebut dibenarkan oleh Bhabinkamtibmas Kelurahan Loa Buah, Aiptu Roni Eko Prastiyo. Roni mengungkapkan bahwa tindakan tegas sebenarnya sudah pernah dilakukan oleh instansi terkait, namun hal itu belum memberikan efek jera bagi para sopir.
"Seingat saya, pertengahan April lalu sudah pernah ditindak petugas Dishub. Ada penggembosan ban. Seingat saya lagi, sehari kemudian marak kembali parkir kendaraan besar di sekitar Jembatan Mahulu ini," terang Roni.
Menurut Roni, kekhawatiran yang dirasakan warga sangat beralasan. Selain posisi badan truk yang memakan bahu jalan dan rawan tertabrak, minimnya penerangan di beberapa titik lampu jalan saat malam hari kian menambah risiko bahaya bagi pengguna jalan yang melintas. Dirinya pun mengaku kerap menerima aduan dari masyarakat setempat.
Keluhan serupa dilontarkan Abdul, salah seorang warga Loa Buah. Ia mengaku selalu merasa waswas setiap kali melintasi jalur tersebut. Ia berharap ada langkah yang lebih tegas dan permanen dari pihak berwenang agar fasilitas publik ini tidak terus-menerus disalahgunakan sebagai lahan parkir liar.
"Sudah sering kami melapor ke kelurahan. Nanti kalau habis ditindak petugas, tak lama ada lagi. Seperti masalahnya tak pernah tuntas. Harus ada solusi yang konkret untuk mengatasi masalah ini, sebelum membahayakan warga dan pengendara lain," tandas Abdul. (**)