KONI Kaltim Jawab Keluhan Hoki, Beri Bantuan Alat Pemotong Rumput
SAMARINDA. Gerak cepat dilakukan KONI Kaltim menanggapi keluhan cabor yang tengah menjalani persiapan menuju kejuaraan. Ya, keluhan cabor hoki terkait tingginya rumput lapangan, langsung direspon Ketua Umum KONI Kaltim, H Anderiy Syachrum.
Senin (20/7/2026), Anderiy bersama Ketua Harian, Nindya Listiono, Sekretaris Abdul Muis, dan Bendahara Siti Astridya, menyerahkan bantuan mesin pemotong rumput dorong.
Bantuan diterima pelatih hoki putri Kaltim, Norma Yunita atau lebih akrab disapa Eno di lapangan hoki di kawasan GOR Kadrie Oening, Jalan KH Wahid Hasyim I, Sempaja.
Penyerahan disaksikan atlet-atlet hoki Kaltim yang tengah mempersiapkan diri menuju kejurnas Agustus mendatang.
Anderiy mengatakan, bantuan ini merupakan jawaban atas keluhan yang disampaikan pelatih hoki Kaltim beberapa bulan terakhir. Rumput lapangan hoki di Gelora Kadrie Oening dikeluhkan sudah terlalu tinggi hingga mengganggu jalannya latihan.
“Setelah saya lihat langsung bersama pengurus, memang betul rumputnya tinggi dan perlu ditata,” kata Anderiy.
Kondisi rumput yang memanjang itu, menurut Eno yang juga menjabat sebagai Pembinaan Prestasi (Binpres) di Pengprov Federasi Hoki Indonesia (FHI) tersebut, sempat memaksa para atlet berlatih di luar lapangan hoki. Mereka terpaksa memanfaatkan lintasan lari yang berada di dalam area lapangan sepak bola GOR Kadrie Oening lantaran lapangan hoki tak lagi layak dipakai untuk latihan rutin.
Bantuan ini, lanjut Anderiy, datang di waktu yang tepat. Sebab lapangan hoki Gelora Kadrie Oening rencananya bakal jadi venue Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) akhir tahun nanti. Meski tuan rumah Porprov adalah Kabupaten Paser, venue cabang hoki terpaksa dipindah ke Samarinda lantaran Paser belum memiliki lapangan hoki.
Tak berhenti di situ, Anderiy mengungkapkan pihaknya juga tengah menjajaki kerja sama dengan pihak ketiga untuk memenuhi standar internasional lapangan hoki. Sebab menurut Eno, standar lapangan hoki kini bukan lagi rumput alami, melainkan rumput sintetis di atas lapisan semen sesuai standar nasional.
“Karena kalau menurut Ibu Eno tadi, sebenarnya standar lapangan hoki bukan lagi lapangan rumput alam, tapi harus memenuhi standar nasional, yakni menggunakan rumput sintetis yang terlebih dahulu harus dicor dengan semen,” ungkap Anderiy.
Anderiy menegaskan, dirinya bersama Ketua Harian dan Sekretaris KONI Kaltim tengah pelan-pelan menjalin komunikasi dengan sejumlah mitra dan pemerintah untuk bergotong royong memenuhi standar lapangan tersebut. Perhatian khusus ini bukan tanpa alasan. Tim hoki Kaltim tercatat sebagai salah satu cabang olahraga berprestasi, setelah sukses menyabet medali emas nomor outdoor putra dan putri pada PON XXI Aceh-Sumatera Utara lalu.
“Kasihan juga kalau prestasi tadi belum diimbangi dengan fasilitas latihan yang memadai. Makanya di kepengurusan baru ini, kami akan coba inventarisasi cabor-cabor berprestasi yang membutuhkan perhatian lebih,” tegasnya.
Senada dengan itu, Ketua Harian KONI Kaltim Nidya Listiono menyebut, di bawah kepemimpinan Anderiy saat ini, KONI Kaltim bergerak cepat meninjau kondisi atlet di seluruh Kaltim.
“Jadi saat ini kami sambil mendata, untuk satu minggu ke depan kami akan langsung turun ke lapangan meninjau atlet-atlet di beberapa cabor yang sedang latihan,” ujar pria yang akrab disapa Tio ini.
Tio menambahkan, langkah blusukan ke lapangan ini bertujuan mendengar sekaligus mencarikan solusi atas keluh kesah pelatih dan atlet selama menjalani latihan. Harapannya, kehadiran pengurus KONI yang baru bisa memberi motivasi kepada para atlet dan pelatih di lapangan.
Sementara Eno mengaku sangat bersyukur atas bantuan yang didapat cabor hoki.
“Jujur, kehadiran ketua umum bersama unsur pimpinan sore ini menjadi suntikan motivasi bagi kami untuk terus berprestasi di kancah nasional,” ujar Eno.
Ia berharap, kepedulian pengurus baru ini menjadi angin segar bagi para atlet dan pelatih di seluruh cabang olahraga binaan KONI Kaltim. (**)