Kota Raja Membara, 35 Warga Kehilangan Tempat Tinggal

Kota Raja Membara, 35 Warga Kehilangan Tempat Tinggal

21 Jul 2026 | Peristiwa

TENGGARONG. Kebakaran kembali terjadi di Tenggarong, Kutai Kartanegara (Kukar). Dalam beberapa hari teri terakhir, kebakaran nyaris setiap hari terjadi di Kota Raja. Terbaru, api mengamuk pada Senin (20/7) malam, sekitar pukul 21.15 Wita. Api berkobar di pemukiman warga Jalan Belida, Tenggarong.
“Musibah tersebut mengakibatkan sebanyak 7 bangunan terbakar. Sedangkan asal api masih dalam penyelidikan pihak terkait. Namun sementara diduga akibat korslet atau terjadi hubungan pendek arus listrik pada salah satu rumah,” ungkap Kadis Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkarmatan) Kukar, Fida Hurasani.
Kebakaran di Jalan Belida itu seketika membuat warga panik. Apalagi lokasi kebakaran di Jalan Belida itu merupakan pemukiman padat penduduk. Ditambah bangunan banyak menggunakan kayu, membuat api leluasa berkobar. Untung saja tak sampai lama, sejumlah armada Damkarmatan Kukar langsung berdatangan.
“Makanya kami terus mengimbau masyarakat Kukar, supaya tidak pernah lalai terhadap berbagai pemicu terjadinya kebakaran. Karena saat ini sudah musim kemarau, sedikit saja api muncul sangat berpotensi terjadi kebakaran. Segera matikan kompor dan peralatan elektronik rumah tangga, setelah selesai digunakan. Jangan bakar sampah atau semak belukar,” katanya lagi.
Berkat kerja keras petugas gabungan, termasuk para relawan akhirnya amukan api dapat dipadamkan sekitar 1 jam kemudian. Dari situ diketahui sebanyak 7 bangunan, terdiri rumah petakan atau sewaan maupun rumah tunggal dilalap api. Keterangan sejumlah saksi menyebut, api muncul dari sebuah petakan rumah sewa tengah ditinggalkan penghuninya ke Samarinda.
“Sementara ini data kami peroleh, korban kehilangan tempat tinggal sebanyak 14 KK (kepala keluarga) atau berjumlah 33 jiwa. Mereka selama ini menempati rumah sewaan berbahan kayu atau bangunan beton, maupun kediaman pribadi. Kebakaran ini tak sampai memakan korban jiwa, sedangkan kerugian material masih dalam pendataan pihak terkait,” jelas Kepala Unit (Kanit) Intel Satpol PP Kukar, Anton.
Namun ironisnya, marak terjadi kebakaran di Tenggarong malah menjadi objek iseng oknum masyarakat. Sebab tak lama setelah api di Jalan Belida tersebut berhasil dipadamkan, mendadak muncul postingan di media sosial oleh seorang pemuda. Menyebut kembali terjadi amukan jago merah di bilangan Kelurahan Baru, Tenggarong.
Karuan saja sejumlah armada pemadam langsung meluncur ke lokasi disebut dalam postingan media sosial tadi. Tapi setelah petugas berada di lokasi dimaksud, tak menemukan kejadian seperti itu. Ya, rupanya pemadam kena “prank” oleh pemuda tak bertanggungjawab yang sempat koar-koar terjadi kebakaran melalui akun media sosialnya.
“Kenapa masih ada masyarakat berbuat iseng seperti itu? Hal semacam ini (kabar bohong terjadi kebakaran, Red) jangan dijadikan bahan permainan. Itu membuat masyarakat panik dan merepotkan petugas pemadam,” tegas Riduan selaku Ketua Forum RT Kelurahan Melayu, Tenggarong. (**)