Lepas Kontrol dan Terguling, Truk Ekspedisi Pengangkut Plastik Ternyata Muat Miras
SAMARINDA. Warga di seputaran Jalan Jalan KH Wahid Hasyim I, Sempaja dikejutkan dengan terbaliknya truk ekpedisi memuat plastik pada Kamis (16/7/2026). Saat jalan sepi, truk yang melaju dengan kecepatan sedang tersebut terguling diduga karena menghindari kendaraan lain.
Yang mengejutkan, ternyata truk tersebut membawa beberapa dus minuman keras yang diselipkan di di bawah tumpukan plafon plastik yang diangkut kendaraan itu.
Peristiwa itu pertama kali dilaporkan warga kepada Tim Patroli Pamapta III Polresta Samarinda sekitar pukul 00.30 Wita. Mendapat informasi tersebut, petugas langsung menuju lokasi untuk melakukan evakuasi, mengamankan barang bukti, meminta keterangan saksi, serta berkoordinasi dengan Unit Laka Lantas.
Pamapta III Polresta Samarinda Ipda Sofian menjelaskan, berdasarkan hasil penyelidikan sementara, truk bernomor polisi KT 8317 OU melaju dari arah Simpang Empat Lembuswana menuju Simpang Empat Sempaja.
Saat melintas di turunan Jalan Wahid Hasyim, diduga muncul sepeda motor dari Gang Salam yang hendak menyeberang jalan. Pengemudi truk terkejut dan spontan membanting kemudi ke kanan, kemudian kembali ke kiri hingga kendaraan kehilangan keseimbangan.
"Akibat manuver tersebut salah satu sisi truk sempat terangkat sebelum akhirnya terguling di bahu jalan," ujar Sofian.
Warga bersama pengguna jalan yang melintas segera memberikan pertolongan. Pengemudi yang sempat terjepit di dalam kabin berhasil dievakuasi bersama seorang penumpang.
Pengemudi diketahui bernama Riky Saleh (24), sedangkan penumpangnya Benediktus Genana Mau (27). Beruntung keduanya tidak mengalami luka serius meski kendaraan mengalami kerusakan akibat terguling.
Saat proses evakuasi muatan, petugas menemukan 10 dus minuman keras yang disimpan di bagian tengah bak truk, tepat di bawah tumpukan plafon plastik. Temuan tersebut langsung diamankan untuk kepentingan penyelidikan.
Sofian menegaskan, jumlah miras yang ditemukan tidak banyak dan bukan merupakan seluruh isi muatan truk.
"Yang diangkut mayoritas adalah plafon plastik. Miras berada di bagian tengah muatan, bukan satu truk penuh," jelasnya.
Polisi juga masih mendalami asal-usul kendaraan maupun kepemilikan miras tersebut. Pasalnya, dari hasil pemeriksaan awal, Riky diduga bukan sopir tetap truk ekspedisi tersebut.
"Keterangan yang kami peroleh, yang bersangkutan bukan sopir asli truk. Dia mengaku sehari-hari bekerja sebagai sopir elpiji. Karena keterangannya masih berubah-ubah dan kondisinya saat diamankan diduga dalam pengaruh alkohol, kami masih melakukan pendalaman," kata Sofian.
Selain itu, kepolisian belum dapat memastikan siapa pemilik truk maupun siapa pemilik beberapa dus miras yang ditemukan di dalam muatan. Pengakuan pengemudi yang menyebut truk hendak mengirim barang ke Kalimantan Utara juga masih didalami penyidik.
"Untuk kepentingan pemeriksaan lebih lanjut, pengemudi beserta rekannya telah diamankan di Polsekta Sungai Pinang. Sementara barang bukti berupa truk dan dus miras juga diamankan hingga penyelidikan selesai," terang Sofian. (**)