Luiz dan Enam Anjing yang Setia, Rela Menunggu di Rumah Sakit saat Tuannya Dirawat

Luiz dan Enam Anjing yang Setia, Rela Menunggu di Rumah Sakit saat Tuannya Dirawat

09 Jul 2026 | Evergreen

TAK salah jika anjing disebut sebagai binatang paling setia pada majikannya. Apa yang dialami Luiz, seorang tuna wisma yang sudah 20 tahun hidup di jalanan di Cianorte, Brasil menjadi fakta nyata.
Saat Luiz dilarikan ke rumah sakit setelah mengalami stroke, ia tidak datang sendirian. Anjing-anjingnya mengikuti ambulans tersebut.
Luiz mungkin tidak memiliki rumah pada umumnya, namun ia memiliki keluarga di sekelilingnya setiap har, enam ekor anjing setia yang selalu mendampinginya, tidur di dekatnya, dan berbagi apa pun yang ia miliki.
Ketika ia jatuh sakit dan dibawa menggunakan ambulans ke Rumah Sakit Santa Casa, keenam anjing itu berlari mengejar ambulans tersebut sejauh bermil-mil. Setibanya di rumah sakit, mereka terengah-engah dan kelelahan, namun mereka menolak untuk pergi.
Petugas rumah sakit melihat mereka menunggu di depan pintu masuk unit gawat darurat, tetap berada di dekat tempat pemilik mereka menghilang ke dalam.
Para sukarelawan dari Amigos de Patas Cianorte, sebuah organisasi kesejahteraan hewan, dipanggil untuk membantu merawat anjing-anjing tersebut. Mereka membawakan makanan dan menjaga anjing-anjing itu sembari mereka terus menunggu sepanjang malam.
Organisasi tersebut kemudian menjelaskan bahwa Luiz memperlakukan anjing-anjingnya dengan sangat baik dan berbagi segalanya dengan mereka. Meskipun anggota keluarganya pernah mencoba membantunya mendapatkan tempat tinggal sebelumnya, Luiz lebih memilih untuk tetap bersama anjing-anjing yang telah menjadi teman terdekatnya itu.
Malam itu, saat ia sedang dalam masa pemulihan di dalam rumah sakit, "sahabat berkaki empat"-nya itu tetap berjaga di luar. Menjelang pagi, kondisi Luiz sudah stabil dan ia diperbolehkan pulang dalam perawatan saudaranya.
Namun, ada satu masalah: ia keluar melalui pintu rumah sakit yang berbeda, sehingga anjing-anjing itu tidak melihatnya saat ia keluar. Anjing-anjing itu tetap berada di pintu masuk rumah sakit, terus menunggu.
Seorang sukarelawan kemudian mengatakan bahwa mereka sangat gelisah, sehingga seseorang dari organisasi tersebut pergi ke rumah saudara Luiz, menjemputnya dan membawanya kembali ke pintu masuk rumah sakit agar anjing-anjing itu akhirnya bisa melihatnya.
Barulah setelah itu mereka mau beranjak pergi. Pertemuan kembali itu membuktikan apa yang sudah diketahui oleh siapa pun yang pernah menyayangi anjing. Anjing tidak peduli pada uang, status, rumah, ataupun bagaimana dunia memandang pemiliknya.
Mereka peduli pada ikatan batin yang terjalin. Luiz mungkin tidak memiliki tempat tinggal tetap, namun bagi keenam anjing itu, dialah "rumah" mereka. Mereka mengejar ambulans sejauh bermil-mil, menunggu di luar rumah sakit sepanjang malam, dan menolak untuk pergi sampai sosok yang mereka cintai kembali. (**)